Damai, Ujian Royal, dan Sebuah Catatan Reflektif untuk Diri Sendiri

Jika ada pembaca yang berteman facebook dengan saya dan online beberapa hari terakhir, tentu pernah membaca percakapan antara saya dengan Damai berikut ini:

Saya: Kamu senang bermain piano ini?
Damai: Lebih dari senang.
Saya: Kalau ujiannya nanti?
Damai: Ya aku memang mau ikut ujian royal.
Saya: Untuk apa?
Damai: Buat pengalaman, apalagi yang nguji orang asing. Trus biar aku tahu juga dari evaluasinya, aku kurangnya dimana, sudah bagusnya dimana.
Saya: Trus buat apa kalau sudah tahu evaluasinya?
Damai: Ya biar aku bisa memperbaiki kalau masih ada yang kurang, jadinya permainanku bisa lebih bagus lagi. Kalau aku main pianonya bagus, orang yang dengar kan juga lebih bisa menikmati.
Saya: Okesip, sepakat. Yang penting belajarnya ya, karena ujian adalah bagian dari proses belajar itu sendiri. Dan tujuan belajar bukan untuk mencari nilai/hasil ujian, tetapi agar kita semakin mahir melakukan sesuatu yang kita pelajari.

Percakapan tersebut adalah salah satu bagian dari rangkaian pembicaraan yang sengaja saya lakukan sebagai upaya untuk mengembalikan semangat dan fokus Damai dalam belajar piano. Setelah beberapa waktu sempat pecah arah karena beberapa hal. Baca lebih lanjut