Membantu Anak Percaya Diri, Tangguh dan Mandiri (Materi “Parent Support” untuk Orangtua Anak dengan Gangguan Pendengaran)

Minggu, 9 Desember 2018, mendapat kepercayaan untuk memberi penguatan pada para orangtua hebat dari anak-anak yang mengalami gangguan pendengaran. Kegiatan ini adalah kerjasama antara Kasoem Hearing Center dengan Jala Puspa RSAL Dr. Ramelan Surabaya.

Bertempat di Gedung STIKES Hang Tuah, parent support dihadiri oleh begitu banyak orangtua. Ada yang datang sendiri, berpasangan, ada pula yang membawa serta putra/putrinya.

Baca lebih lanjut

Mengasuh Anak dengan Segala Keunikannya

Berikut dibagikan tulisan singkat yang termuat dalam Buletin Anak Ceria Edisi Oktober 2015.

FullSizeRender (21)

Tuhan telah menciptakan segala sesuatu di dunia dengan penuh warna. Keragamannya membuat hidup menjadi lebih dinamis, menjadikan manusia belajar tentang bagaimana saling memahami dan menghargai setiap perbedaan yang ada. Begitu pula terhadap anak dan segala kondisinya.

Seorang anak lahir membawa berbagai macam potensi kemampuan, juga ciri dan sifat yang berbeda-beda antara satu dengan yang lain. Karena itu, setiap anak dalam perkembangannya akan selalu memiliki kekuatan dan kelemahan yang tidak dapat disama-ratakan. Ada yang kuat di kemampuan akademik, namun lemah di ketrampilan fisik-motorik. Ada yang memiliki kelebihan dalam bidang seni, namun kurang begitu menonjol dalam kemampuan berbahasa. Ada yang di satu sisi sangat perasa, namun di sisi lain begitu cekatan dalam menyelesaikan setiap tugas yang diberikan kepadanya. Jadi, setiap anak memiliki keunikannya masing-masing. Baca lebih lanjut

Anak Berkebutuhan Khusus dan PAUD Inklusif

Singkat, posting kali ini ingin berbagai tentang materi yang saya sampaikan dua hari yang lalu dalam Workshop Pendidikan Inklusi Bagi Penyelenggara PAUD Inklusif. Program ini diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Isi materinya antara lain mencakup gambaran umum tentang anak berkebutuhan khusus, tiga model pendidikan untuk ABK dan perbandingannya, serta pentingnya pendidikan inklusi untuk diterapkan sejak usia dini. Semoga bermanfaat 🙂

Tentang Pengasuhan Anak Berkebutuhan Khusus (2)

Menyambung tulisan sebelumnya, usai saya menyampaikan materi, sejumlah pertanyaan pun diajukan oleh orangtua ABK yang menjadi peserta. Dua diantaranya menurut saya menarik untuk dijadikan pelajaran bersama. Terlepas dari apakah kita juga memiliki ABK atau tidak, faktanya problem pengasuhan yang dialami oleh peserta seminar juga umum terjadi pada non-ABK.

Lama Waktu Terapi dan Perkembangan Kemampuan Anak

Salah satu peserta menceritakan pengalaman memberikan anak terapi tertentu yang disarankan oleh psikolog, terkait kebutuhan khususnya. Akan tetapi ibu tersebut merasa tidak puas dengan hasil terapi, padahal ia mengaku sudah membayar mahal. Ketika saya tanya mengapa tidak puas, jawabannya karena menurutnya progres kemampuan si anak sangatlah lambat, tidak seperti yang ia harapkan. Lalu saya bertanya lagi tentang usia anak dan sudah berapa lama mengikuti terapi yang dimaksud. Ibu menjawab, anaknya berusia 4 tahun, mengikuti terapi selama 5 bulan dan sebelumnya sama sekali belum pernah mengikuti metode intervensi apapun. Sampai di sini saya masih bertanya lagi, di luar jadwal terapi yang hanya dua kali seminggu, apa yang orangtua lakukan untuk ikut memperkuat kemampuan anak? Adakah upaya orangtua untuk secara mandiri mengulangi apa yang telah diajarkan therapist pada anak di rumah? Nah, yang saya dengar kemudian adalah jawaban ‘mbulet’ berbau defensif yang intinya baik ibu maupun bapak tidak punya waktu untuk mengikuti dan mengulang hal-hal yang telah dipelajari anak di sesi-sesi terapi 🙂 Baca lebih lanjut

Tentang Pengasuhan Anak Berkebutuhan Khusus (1)

Jumat minggu lalu adalah kali kesekian saya berbicara tentang pengasuhan anak berkebutuhan khusus (ABK) di depan para orangtua yang memang memiliki anak-anak istimewa tersebut. Menyenangkan bisa berbagi dan saling belajar. Seperti diketahui, tidak sedikit dari orangtua ABK yang masih memiliki persoalan dalam menerapkan pengasuhan yang tepat untuk mengoptimalkan perkembangan anak-anak mereka. Beberapa karena orangtua sendiri pada dasarnya masih belum menerima keberadaan si anak dan cenderung terpengaruh oleh stigma yang salah kaprah di masyarakat bahwa anak berkebutuhan khusus tidak akan pernah bisa berhasil dalam hidup, bahwa ABK hanya bisa bergantung pada orang lain, bahwa memiliki ABK adalah hal yang memalukan keluarga, dan berbagai persepsi negatif semacamnya. Sejumlah orangtua yang lain masih belum optimal dalam mengasuh karena kurangnya pemahaman terhadap kondisi dan karakteristik kebutuhan khusus anak itu sendiri.

photo (4)Melalui materi singkat yang saya sampaikan (karena alokasi waktu yang memang sangat terbatas hari itu), saya hanya ingin menegaskan pentingnya orangtua memiliki keyakinan akan kemampuan anak, bahwa mereka juga bisa mencapai prestasi tertentu lewat beragam jalan. Terlepas dari kekurangannya, setiap individu pasti juga memiliki kelebihan. Demikian pula dengan ABK. Tugas orangtua dalam hal ini adalah menemukan kelebihan atau kekuatan yang dimiliki anak, untuk kemudian terus diasah dan diperkuat hingga nantinya bisa menjadi jalan bagi anak untuk mampu berhasil dalam hidup. Baca lebih lanjut