Piano Damai: Billie’s Song – Valerie Capers

Selingan musik dari lagu yang dimainkan Damai saat mengikuti event YMC 2018, dan mendapatkan 1st Winner untuk kategori Grade 4.

Berikut tautan tulisan Damai di blog-nya tentang ini, sila klik bagi yang ingin membaca: Youth Music Competition 2018.

Iklan

Tentang Variasi Proses Belajar

Menulis lagi tentang proses Damai dalam mengembangkan kemampuan bermusik, dan momentumnya adalah keberhasilan yang tak terduga diraihnya dalam Quatro Music Competition 2016.

Sejujurnya, keluarga kecil kami bukan pecandu event perlombaan. Saya sudah puas menjalaninya dulu ketika kecil, atas penunjukan atau tugas dari sekolah. Paham betul plus-minusnya, terhadap Damai saya lebih mementingkan bagaimana proses belajarnya mengasah bakat dapat berlangsung dengan optimal, dengan beragam aktivitas dan suasana yang menyenangkan. Jadi bukan dengan mengejar prestasi yang berasosiasi dengan kejuaraan tertentu. Kesukaan dan kenyamanan belajar saya yakini akan lebih menumbuhkan motivasi dari dalam diri Damai sendiri untuk terus berlatih, meski tanpa pengingat maupun kendali dari orang lain. Kalaupun suatu saat ia memperoleh hasil yang lebih dengan penghargaan tertentu yang diperoleh, itu adalah bonus bagi kami.

Lalu mengapa Damai tetap mengikuti kompetisi tertentu? Sederhana saja, karena kompetisi di sini dipersepsikan sebagai bagian dari proses belajar, media untuk tampil dalam suasana dan tantangan psikologis tertentu. Kompetisi, sebagaimana konser, ujian, dan latihan reguler adalah momen belajar yang masing-masing memberikan pengalaman berbeda pada Damai. Di dalamnya ia akan meningkatkan begitu banyak kemampuan, tidak hanya skill utamanya dalam memainkan instrumen musik.

QMC 1Latihan reguler bersama guru menyajikan pengalaman belajar rutin, sedangkan konser memberi tantangan pada anak untuk berani menampilkan kemampuan di depan orang lain, meski tanpa melibatkan unsur penilaian. Di dalam konser, anak akan berlatih mengembangkan percaya diri, mengelola emosi, berlatih tetap fokus untuk memainkan lagu dengan penuh penghayatan meskipun mungkin di tengah penonton yang karakternya tidak selalu sama. Ada yang mengapresiasi, ada pula yang mungkin tidak peduli. Baca lebih lanjut

Kisah Tiga Orang “Desa” yang Pertama Kali Masuk “Kota”

Sabtu, 28 April 2012 adalah hari pertama kalinya Damai mengikuti kompetisi piano, setelah hampir 1 tahun jadi murid di salah satu sekolah musik di kota kami. Kurang lebih 1,5 bulan ia sudah mempelajari materi lagu yang akan dilombakan, dengan segala keterbatasan kemampuannya. Ada rasa deg-degan, seperti yang diakui sendiri oleh Damai, tapi juga ada semangat yang membuatnya antusias untuk menyiapkan segala sesuatunya.

Emak dan bapaknya pun tidak jauh beda. Ikut deg-degan, tapi juga antusias. Sebenarnya kalau boleh jujur, saya dan si bapak masih belum sepenuhnya yakin dengan kemampuan anak kami, terkait dengan keikutsertaannya dalam sebuah kompetisi. Setahu saya, permainan pianonya masih “moody”, belum konsisten. Kadang oke sesuai partitur, kadang juga tidak. Apalagi kalau mengingat bahwa umumnya lomba-lomba piano selalu diserbu oleh peserta berwajah oriental yang sangat mendominasi perolehan nilai. Yah….. boleh dibilang, mereka memang sudah merajai dunia persilatan piano di negeri ini 😀  Baca lebih lanjut