Seputar Penyusunan Tugas Akhir

Ada sejumlah temuan menarik saat beruntun di beberapa waktu terakhir saya diminta memberikan masukan pada sejumlah proposal tesis dan disertasi, baik di bidang ilmu psikologi maupun ilmu kesehatan. Hal mendasar yang menurut saya perlu diperhatikan, namun kerap luput dari pemikiran. Dan semakin terasa menarik karena terjadinya tidak hanya pada satu / dua naskah saja:

Judul yang Sangat Panjang, Kompleks, Tampak WOW, Tapi Sulit Dipahami Maksudnya

Di beberapa tempat fenomena ini cukup menjadi tren. Saya sempat merenungkan dan berusaha untuk berempati terhadap kemungkinan penyebabnya. Mungkin mahasiswa yang membuat khawatir jika tesis atau disertasinya tampak sederhana, sehingga orang akan cenderung membandingkan dengan skripsi. Tetapi menurut saya membuat judul yang panjang dan ruwet juga bukan solusi yang tepat. Bolehlah merancang sebuah penelitian yang menantang sesuai level studi, misal dengan menggunakan jumlah sampel yang besar, atau mengangkat fenomena yang sangat spesifik dari kelompok masyarakat yang tidak mudah diakses, atau melibatkan cukup banyak variabel. Namun demikian formulasi judul tetap harus jelas, tidak membingungkan pembaca. Apalagi jika si pembuat usulan penelitian sendiri juga tampak tidak paham setelah dikonfirmasi. Bagaimanapun untuk judul, the simpler the better. Sederhana dan jelas, meski bukan berarti yang sederhana itu mudah untuk dilakukan. Baca lebih lanjut