Ia yang Terbaik Itu Adalah…

Ada sesuatu yang menarik ketika minggu lalu saya menguji  lisan mahasiswa Magister Sains di sebuah mata kuliah yang mereka ambil. Ujian itu adalah ujian akhir semester. Mahasiswa diminta untuk membuat sebuah rancangan program untuk membantu mengatasi berbagai permasalahan dalam pelaksanaan pendidikan inklusi.

Dari 9 mahasiswa peserta mata kuliah, setidaknya terdapat 3 orang yang mendapatkan nilai tinggi karena kualitas rancangan program dan penguasaannya terhadap materi perkuliahan, yang memang lebih baik daripada 6 mahasiswa yang lain. Namun diantara ketiganya, satu yang paling berkesan adalah mahasiswa yang memperoleh nilai paling tinggi. Bukan saja karena faktor nilai yang dicapai, tapi lebih dari itu, kondisi si mahasiswalah yang justru membawa kesan lebih dalam bagi saya dan dua dosen penguji yang lain. Baca lebih lanjut