Amazing Turkey (2): Bursa dan Pengalaman Salju Pertama

Jika pada tulisan sebelumnya saya sudah menceritakan tentang beberapa objek yang kami kunjungi selama di Istanbul, maka sekarang saya beralih ke Bursa. Bursa adalah provinsi yang berbeda dari Istanbul. Keduanya berjarak sekitar 150 km, kami menempuhnya selama kurang lebih 2 jam menggunakan bis.

Apa yang istimewa selama kami di Bursa? Tak lain dan tak bukan adalah pengalaman pertama berjumpa dengan salju! Yeeeaaaaayyyyy! Berasa mimpi 😀

Bagaimana tidak, selama ini bisanya hanya lihat salju dari media. Sudah beberapa kali pula berpetualang ke negara orang saat musim dingin, ternyata juga belum pernah hoki menemukannya. Jadilah begitu kali ini kesampaian, whuaaaaaaa……. takjub tiada tara, sampai lupa usia! hahahaha… Maafkan jika efek euforianya masih terbawa di tulisan ini dan gambar-gambarnya yak. Maklum ketemunya aja susah, jadi harus dipuas-puaskan nyimpan fotonya, wkwkwkwk…

Permisi ini pose wajib tatkala melihat tanaman yang imut 😀

Baca lebih lanjut

Amazing Turkey (1): Istanbul dan Berbagai Peninggalan Kesultanan Turki Utsmani

Tulisan perdana di 2018 ini akan saya isi dengan cerita perjalanan saya ke Turki bersama sejumlah rekan dosen minggu lalu. Perjalanan ini adalah kunjungan ke luar Indonesia saya yang ke-11, dan negara (termasuk di dalamnya daerah administratif khusus) ke-9 yang pernah saya datangi setelah Brunei Darussalam, Malaysia, Australia, China, Macau, Hong Kong, Jepang, dan Korea. Dalam rangka apa? Dalam rangka menjaga kesehatan mental diantara tumpukan pekerjaan yang tiada habisnya, dengan cara yang dibuat sedikit spesial dari biasanya, plus dengan membuka tabungan hasil jerih payah sekian waktu bersama-sama 😀

Jujur pada awalnya saya tidak memiliki cukup referensi tentang negara ini. Benar-benar di luar bayangan karena nyaris tidak pernah secara khusus membaca berita atau mendengar ceritanya. Kecuali tentang Pak Erdogan yang beberapa waktu terakhir sempat mewarnai pemberitaan karena namanya berulang disebut oleh pihak-pihak tertentu berkenaan dengan isu politik tanah air.

Berbeda dengan negara-negara lain dalam kepergian sebelumnya, seperti Brunei, Malaysia, Jepang, dan China yang banyak orang mungkin sudah familiar sejak kecil melalui berbagai tayangan televisi dan pelajaran di sekolah; atau Australia yang film-filmnya cukup banyak diputar dari jaman kejayaan TVRI; lebih-lebih Korea yang drama dan musiknya bagi saya sudah seperti makanan sehari-hari, maka ketika tiba kesempatan untuk mengunjunginya, berbagai gambaran di kepala dan sejumlah referensi pun sudah siap membantu untuk beradaptasi. 

Namun tidak demikian dengan Turki. Itulah kenapa ketika semakin dekat dengan waktu keberangkatan, perasaan saya boleh dibilang cenderung datar. Antusias sedikit, sekedar karena mendengar bahwa di sana sedang musim dingin sehingga jika beruntung mungkin rombongan akan bisa bertemu dengan salju. Ditambah karena menyadari bahwa sudah cukup lama kami serekan kerja ini tidak pergi melepas penat bersama-sama. Selebihnya flat.

Taapiiiiii….. berganti hari, seiring waktu dan pengalaman mencermati kehidupan dan budaya di sana, rasa datar itu pun perlahan berganti dengan antusiasme yang sebenarnya. Saya akan tuliskan secara ringkas untuk menggambarkan bagaimana perjalanan yang bagi saya kaya akan pengetahuan baru ini terlalui.   

Baca lebih lanjut