Buku “Resiliensi Psikologis: Sebuah Pengantar”

Syukur Alhamdulillah, setelah sekian waktu mengupayakannya di sela tumpukan tugas rumah dan kampus, buku ini akhirnya terbit juga. Sebagaimana tertulis pada bagian Kata Pengantar, buku ini disusun sebagai sebuah penanda perjalanan belajar saya dalam memahami tentang resiliensi. Tentang bagaimana seseorang mampu pulih dan bangkit dari keterpurukan, menjadi sosok resilien di tengah berbagai kesulitan hidup yang sedemikian berat.

Bukan hal yang tiba-tiba bagi saya untuk kemudian memutuskan menekuni topik kajian ini, dalam profesi sebagai pendidik maupun peneliti. Ada proses yang didasari oleh beberapa alasan. Baca lebih lanjut

Iklan

Empat Catatan dalam Meneliti Resiliensi

Melanjutkan tulisan pertama tentang materi yang saya sampaikan dalam Seminar Nasional Pascasarjana beberapa waktu lalu, tulisan ini membahas lebih lanjut empat catatan yang perlu diperhatikan oleh peneliti sebelum melakukan kajian tentang resiliensi di berbagai konteks persoalan.

semnas-ugm

Bersama sebagian peserta yang masih bertahan hingga sesi penutupan seminar jam 5 sore

Pertama, saya memberi catatan tentang pentingnya memastikan 2 prasyarat dalam meneliti resiliensi. Hal ini saya sampaikan karena melihat tidak sedikit dari laporan penelitian mahasiswa yang ternyata belum menempatkan studi resiliensi pada konteks yang tepat. Akibatnya, selain tidak sesuai dengan pemahaman konseptual resiliensi itu sendiri, kajian yang salah tempat ini semakin memancing kebingungan pembaca atau calon peneliti berikutnya tentang apa bedanya resiliensi dengan konsep-konsep lain yang tampak serupa. Baca lebih lanjut