Menyikapi Karnaval Kontroversial Murid TK Probolinggo

Selama beberapa hari di sela maraknya berita seputar Asian Games dan Lombok yang beruntun diguncang gempa, warganet diriuhkan oleh video tentang karnaval TK di Probolinggo, dimana murid-murid salah satu TK berpawai dengan mengenakan kostum hitam bercadar dan membawa replika senjata. Kostum yang sontak mengingatkan pada atribut kelompok teroris, dan pakaian sebagian dari mereka yang terlibat peperangan di Timur Tengah.

Berikut saya tautkan tiga dari sekian banyak sumber berita yang memuat informasinya:

Hingga berita yang terakhir, pihak sekolah sudah meminta maaf dan memberikan penjelasannya kepada media, bahwa penggunaan atribut kontroversial tersebut karena semata-mata bermaksud merefleksikan perjuangan Rasulullah dan tidak ada maksud yang mengarah kepada simbol-simbol radikalisme atau teroris, kecuali hanya menanamkan keimanan kepada anak didik. Disampaikan bahwa sekolah yang bersangkutan mengusung tema¬†“Bersama Perjuangan Rosululloh Kita Tingkatkan Keimanan dan Ketaqwaan kepada Allah”.

Turut menyikapi, meski sudah tidak lagi dilanjutkan penyelidikannya, saya melihat bahwa kejadian ini patut menjadi refleksi bersama, baik bagi para pendidik, orangtua, maupun pihak lain yang turut berperan dalam proses tumbuh kembang anak. Ada beberapa hal yang menarik untuk diulas. Baca lebih lanjut

Iklan