Mengelola Risiko Daring (1): Tantangan Menumbuhkannya pada Anak di Masa Belajar/Bersekolah dari Rumah (SFH)

Salah satu konsekuensi dari kondisi yang mengharuskan anak total belajar / bersekolah dari rumah (SFH) adalah meningkatnya intensitas dan frekuensi penggunaan media teknologi berbasis internet.  Setiap hari anak akan berselancar di dunia maya sebagai bagian dari aktivitas belajarnya, dalam durasi waktu yang rata-rata meningkat, bahkan tidak sedikit yang terbilang cukup tajam dari hari-hari sebelum terjadinya wabah corona ini.

Lantas, apakah situasi demikian tidak memunculkan risiko bagi anak? Tentu ya. Namun demikian, orangtua, guru, dan juga pihak-pihak lain yang terlibat dalam pengasuhan dan pendampingan belajar anak dapat mengantisipasinya dengan langkah-langkah yang cermat.

Catatan infografis singkat ini semoga dapat membantu memberikan petunjuknya.

Baca lebih lanjut

Resiliensi dalam Situasi Krisis

Kembali membagikan isi pikiran tentang ketangguhan psikologis ini secara ringkas, senyampang tepat sesuai kondisi saat ini dimana masyarakat tengah dihadapkan pada situasi krisis akibat pandemi. Mudah-mudahan meski terambil dari ppt yang sudah lama dibuat, namun kontennya masih tetap bisa memberikan manfaat.

Baca lebih lanjut

“Ibu Ingin Pulih Kan?” (Catatan Mendampinginya Berjuang Menuju Sembuh)

Boleh dibilang tahun ini adalah tahun yang penuh warna buat saya. Tahun yang meriah dengan segala kesempatan untuk merasakan pengalaman-pengalaman baru yang menyenangkan (akan saya tulis bagian menyenangkan ini dalam catatan penutup tahun), sekaligus di sisi lain merasakan berbagai tantangan hidup yang dengan tegas saya katakan “tidak mudah”. Salah satunya yang akan saya ceritakan di sini, tentang bagaimana mendampingi Ibu yang atas kehendak Allah harus teruji dengan kanker.

Ya, Ibu saya di luar dugaan dinyatakan mengalami kanker payudara, yang membawanya harus menjalani serangkaian treatment medis yang berat di usia lanjutnya ini, mengingat Ibu sudah lebih dari 70 tahun. Diawali dengan operasi, lalu disambung kemoterapi sebanyak 6 kali, dengan serentetan tahap pemeriksaan berulang diantara waktu-waktu treatment tersebut yang membuatnya harus bolak-balik pergi ke lab dan rumah sakit. Melelahkan sudah tentu buat Ibu, baik fisik maupun psikis. Hingga hari ini, kemo Ibu sudah berjalan 4 kali. So, two more to go!

Baca lebih lanjut

Berbagi Materi Resiliensi di Zhejiang University

Ini sekaligus adalah catatan kunjungan saya ke-3 kalinya ke China, setelah yang pertama di 2009 lalu saat mengikuti gathering fakultas, dan kedua di 2015 ketika mengikuti konferensi psikologi di Zhejiang University. Seperti 2015, kali ini saya kembali ke Zhejiang University, namun untuk aktivitas yang berbeda. Bersama Wakil Dekan 3, seorang mahasiswa S3 dan seorang mahasiswa S1, kami mengikuti Cross-cultural Research Collaboration and Exchange Program (CRCEP) yang diselenggarakan atas kerjasama 6 perguruan tinggi: Universitas Airlangga, Universitas Surabaya, Universitas Islam Indonesia, Universitas Ciputra, Zhejiang University, dan Zhejiang Sci-Tech University. Setiap perguruan tinggi melibatkan baik dosen maupun perwakilan mahasiswa.

Ada serangkaian kegiatan yang dilaksanakan dalam CRCEP, diantaranya: Seminar/kuliah umum, presentasi riset, diskusi riset kolaboratif antar institusi lintas negara, kunjungan laboratorium dan fasilitas penunjang belajar yang lain, kunjungan ke perusahaan/instansi rekanan untuk melihat penerapan hasil-hasil riset psikologi, serta observasi perilaku berbasis budaya pada masyarakat di negara yang sedang menjadi tempat penyelenggara.

Jadi terasa sekali, padat kegiatan, padat belajar. Sampai-sampai 10 hari di China pun minim jeda waktu luang untuk sekedar berjalan-jalan seperti yang umumnya dibayangkan banyak orang ketika mendengar ada kolega yang akan dinas ke luar negeri. Itulah kenapa buat teman-teman media sosial saya yang saat itu sempat keheranan karena tumben saya minim update foto, ya karana yang ada di sini memang didominasi oleh aktivitas ruang kelas, ruang kelas, dan ruang kelas yang lainnya, hehehe…

Baca lebih lanjut

Menumbuhkan Resiliensi Remaja di Era Digital: Peran Praktisi Bimbingan dan Konseling (Materi Seminar Nasional Bimbingan dan Konseling UPGRIS 2019)

Sabtu, 28 September 2019. Kembali memenuhi permintaan untuk berbagi pemahaman tentang resiliensi, pada forum ilmiah di luar bidang ilmu psikologi. Kali ini pada Seminar Nasional Bimbingan dan Konseling yang diselenggarakan oleh Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), bertema: “Resiliensi Remaja di Era Milenial dan Pendekatan Solution Focus Brief Counseling“. Seminar dihadiri oleh staf pengajar dan mahasiswa S1, S2, dan S3 Bimbingan dan Konseling serta Ilmu Pendidikan, para guru dan praktisi BK, juga sejumlah elemen masyarakat umum.

Dengan koordinasi yang baik dari penyelenggara, materi yang saya sampaikan lebih berfokus untuk mengupas resiliensi remaja. Sementara itu pendekatan solution focus brief counseling dikupas oleh ahlinya, kakak senior sekohort (biar sekohort tapi tetap lebih senior 😀 ), Mulawarman, S.Pd., M.Pd., Ph.D. dari Universitas Negeri Semarang. Menyimak materi dan penjelasan beliau yang sangat komunikatif, bersyukur sekali saya pun ikut bertambah ilmu. Ini bagian yang selalu menyenangkan dari mengisi sebuah forum ilmiah bersama dengan kolega lintas kepakaran. Tidak hanya berbagi, tetapi diri sendiri juga mendapatkan ruang untuk belajar lebih banyak. Anyway, terima kasih banyak untuk UPGRIS yang telah menyelenggarakan seminar nasional ini, dan memberikan kepercayaan kepada kami. Baca lebih lanjut

Catatan Singkat dari Mengajar Resiliensi di UUM

Belum lama mendapatkan tantangan kembali untuk berbagi ilmu pada mahasiswa dari negara tetangga. Kesempatan keluar dari zona nyaman yang saya terima dengan antusias, sebab tentu akan sangat memperkaya pengalaman ketika bisa berinteraksi dan belajar bersama dengan mereka yang berbeda latar budaya, juga bahasa.

Tugas ini saya penuhi minggu lalu, di Universiti Utara Malaysia (UUM). UUM berada di Kedah, dari Kuala Lumpur masih harus disambung dengan perjalanan darat selama beberapa jam, atau dengan pesawat kurang lebih 45 menit. Saya berangkat bersama Dekan dan dua orang Wakil Dekan kami yang beragenda membicarakan pula pengembangan kerjasama antar kedua perguruan tinggi ini.

Baca lebih lanjut

Membantu Anak Percaya Diri, Tangguh dan Mandiri (Materi “Parent Support” untuk Orangtua Anak dengan Gangguan Pendengaran)

Minggu, 9 Desember 2018, mendapat kepercayaan untuk memberi penguatan pada para orangtua hebat dari anak-anak yang mengalami gangguan pendengaran. Kegiatan ini adalah kerjasama antara Kasoem Hearing Center dengan Jala Puspa RSAL Dr. Ramelan Surabaya.

Bertempat di Gedung STIKES Hang Tuah, parent support dihadiri oleh begitu banyak orangtua. Ada yang datang sendiri, berpasangan, ada pula yang membawa serta putra/putrinya.

Baca lebih lanjut