Penerimaan Keluarga Terhadap Individu yang Mengalami Keterbelakangan Mental

PENGANTAR

Tidak semua individu dilahirkan dalam kondisi yang “normal”. Beberapa di antaranya memiliki keterbatasan baik secara fisik maupun psikis, yang telah dialami sejak awal masa perkembangan. Keterbelakangan mental adalah salah satu bentuk gangguan yang dapat ditemui di berbagai tempat, dengan karakteristik penderitanya yang memiliki tingkat kecerdasan di bawah rata-rata (IQ di bawah 75), dan mengalami kesulitan dalam beradaptasi maupun melakukan berbagai aktivitas sosial di lingkungan. Individu dengan keterbelakangan mental memiliki fungsi intelektual umum yang secara signifikan berada di bawah rata-rata, dan lebih lanjut kondisi tersebut akan berkaitan serta memberikan pengaruh terhadap terjadinya gangguan perilaku selama periode perkembangan (Hallahan & Kauffman, 1988). Prevalensi penderita keterbelakangan mental di Indonesia saat ini diperkirakan telah mencapai satu sampai dengan tiga persen dari jumlah penduduk seluruhnya, dan jumlah tersebut dimungkinkan akan terus bertambah dari tahun ke tahun. Baca lebih lanjut

Efektivitas Latihan Kesadaran Emosi pada Remaja Tunarungu

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas latihan kesadaran emosi sebagai suatu metode yang disusun oleh peneliti untuk meningkatkan kesadaran emosi remaja tunarungu. Efektivitas tersebut akan dilihat dari ada tidaknya peningkatan kesadaran emosi subjek setelah diberikan latihan kesadaran emosi, dibandingkan dengan saat sebelum diberikan latihan kesadaran emosi. Baca lebih lanjut

Eksplorasi Faktor-Faktor Protektif Resiliensi pada Keluarga Khusus

Pada setiap budaya dan lingkungan masyarakat, keluarga memiliki struktur yang mungkin saja berbeda dan terbentuk dengan cara-cara yang juga beragam. Namun demikian sebagian besar keluarga akan memenuhi fungsi yang serupa, seperti tempat pengasuhan anak, sumber pemenuhan kebutuhan pokok, pemenuhan dukungan emosional, sebagai wadah sosialisasi anggotanya, serta tempat membangun dan mempertahankan tradisi serta hal-hal yang terkait dengan pendelegasian tugas dan tanggung jawab. Hal ini membuat keluarga memiliki peran yang sedemikian besar terhadap kondisi manusia dan masyarakat pada umumnya. Baca lebih lanjut

Keterlibatan Orangtua Dalam Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus

Abstract

 The aim of this study is to explore parent involvement to exceptional children education. This study is very important because the result of Indonesian Society for Special Needs Education (ISSE) survey show that the sum of exceptional children in Indonesia increase every year. Like normal children, the exceptional children are also have chance to develop their life skill and ability, through education and training. Hallahan and Kauffman (1988), Hardman (2002), Heward (2003), and Hunt and Marshall (2005) note that the effectiveness of education and training program for exceptional children are depend on family support and involvement. Baca lebih lanjut