Menumbuhkan Online Resilience pada Anak: Presentasi dalam TIN-IPPI X

Pesatnya pertumbuhan teknologi digital di masyarakat berbanding lurus dengan banyaknya risiko yang setiap saat akan ditemui oleh para pengguna aktifnya, termasuk anak-anak. Berangkat dari catatan saya dalam Buku Seri Ke-2 Sumbangan Pemikiran Psikologi untuk Bangsa: Psikologi dan Teknologi Informasi yang diterbitkan oleh HIMPSI (2016), momen presentasi dalam Temu Ilmiah Nasional Ikatan Psikologi Perkembangan Indonesia Ke-10 (TIN-IPPI X) di Semarang pada 23-24 Agustus 2017 lalu saya manfaatkan untuk memaparkan lebih lanjut langkah yang dapat ditempuh orangtua dalam menumbuhkan online resilience anak.

Berikut adalah ppt yang saya sampaikan, merespon permintaan beberapa rekan:

Baca lebih lanjut

Iklan

Cerita dari Ruang Kuliah: Catatan Belajar Kualitatif Semester Ini

Mengakhiri perjalanan belajar Mata Kuliah Metode dan Analisis Data  Penelitian Kualitatif semester ini, saya ingin mengabadikan kembali beberapa catatan menarik yang telah terlalui bersama para mahasiswa. Sebagaimana tahun lalu, mata kuliah ini dilaksanakan secara paralel 4 kelas, setiap kelas dikelola penuh oleh 1 dosen. Meski paralel, proses belajar seluruh kelas tetap berpegang pada rancangan pembelajaran yang sama.

Saya memegang Kelas B. Bagi saya sendiri, membimbing peneliti-peneliti pemula ini adalah ruang belajar yang memperkaya pemahaman. Ruang yang memunculkan berbagai pemikiran untuk terus memperbaiki kegiatan pembelajaran maupun meningkatkan ketrampilan meneliti, juga kualitas riset yang dapat dihasilkan oleh mahasiswa.

Berbeda dengan catatan tahun lalu (baca: Rupa-rupa Proses Belajar Riset Kualitatif), dilihat dari berbagai sisi pelaksanaan perkuliahan yang sekarang menurut saya sudah lebih baik. Pembimbingan praktik penelitian dapat dilakukan dengan lebih intensif, sehingga pemahaman mahasiswa terhadap metode penelitian ini berikut perspektifnya juga lebih utuh. Hal ini tampak dari bagaimana pilihan topik riset dan eksekusinya di lapangan oleh masing-masing kelompok, isi diskusi dalam sesi-sesi seminar hasil penelitian yang cukup kritis, juga detil tahapan hingga kedalaman analisis yang mampu dihasilkan.
Baca lebih lanjut

Empat Catatan dalam Meneliti Resiliensi

Melanjutkan tulisan pertama tentang materi yang saya sampaikan dalam Seminar Nasional Pascasarjana beberapa waktu lalu, tulisan ini membahas lebih lanjut empat catatan yang perlu diperhatikan oleh peneliti sebelum melakukan kajian tentang resiliensi di berbagai konteks persoalan.

semnas-ugm

Bersama sebagian peserta yang masih bertahan hingga sesi penutupan seminar jam 5 sore

Pertama, saya memberi catatan tentang pentingnya memastikan 2 prasyarat dalam meneliti resiliensi. Hal ini saya sampaikan karena melihat tidak sedikit dari laporan penelitian mahasiswa yang ternyata belum menempatkan studi resiliensi pada konteks yang tepat. Akibatnya, selain tidak sesuai dengan pemahaman konseptual resiliensi itu sendiri, kajian yang salah tempat ini semakin memancing kebingungan pembaca atau calon peneliti berikutnya tentang apa bedanya resiliensi dengan konsep-konsep lain yang tampak serupa. Baca lebih lanjut

Resiliensi, Perspektif Life Span, dan Peluang dalam Penelitian (Materi dalam Seminar Nasional Pascasarjana)

Sabtu, 26 November 2016. Satu lagi proses belajar telah dilalui, kali ini sebagai narasumber dalam Seminar Nasional Pascasarjana yang diselenggarakan oleh Program Doktor Ilmu Psikologi Universitas Gadjah Mada. Ini pengalaman yang sangat berkesan bagi saya karena bisa ‘pulang’ ke rumah, melakukan sesuatu untuk fakultas yang sekian tahun lamanya menjadi tempat saya menimba ilmu semasa S1-S2 dulu.

img_7964 Baca lebih lanjut

Latar Belakang Masalah: Tantangan Pertama Menyusun Proposal dan Laporan Penelitian

Rasanya tidak berlebihan jika dikatakan bahwa uraian latar belakang masalah adalah bagian paling menantang untuk diselesaikan dalam penyusunan sebuah proposal penelitian. Mengapa? Karena senyatanya tidak selalu seorang peneliti berhasil menyajikannya dengan baik. Terlebih bagi peneliti pemula. Perlu usaha untuk berulang kali membetulkan, menyempurnakan. Maka tidak heran dalam sebuah proses pembimbingan naskah tugas akhir, penyusunan latar belakang masalah membutuhkan waktu (juga kesabaran dan ketekunan) yang tidak sedikit. Bahkan setelah hasil analisis data diperoleh pun ada kalanya kita masih harus membenahi isi latar belakang kembali.

Bagian ini ibarat pembuka pintu, penentu kesan pertama pembaca terhadap penelitian tersebut, juga secara tidak langsung terhadap kualifikasi penelitinya. Sebab pada latar belakang akan tergambar sejauh mana urgensi penelitian, sekuat apa landasan ilmiahnya, sekaligus seruntut apa alur berpikir peneliti dalam mengkaji persoalan dan merencanakan studi yang akan dilakukan.

1. Data yang Berlapis

Uraian latar belakang masalah umumnya diawali dari upaya menggambarkan konteks atau situasi yang mendasari munculnya permasalahan yang menjadi perhatian peneliti. Penggambaran konteks permasalahan penelitian dilakukan dengan menunjukkan fenomena-fenomena, fakta-fakta empiris atau kejadian-kejadian aktual di masyarakat, dari sumber media masa, buku-buku, hasil-hasil penelitian terdahulu, dan sebagainya. Dengan kata lain, peneliti harus memaparkan data dari fenomena yang melatarbelakangi penelitiannya. Peneliti dapat menyertakan data statistik untuk menunjukkan aktualitas dan trend atau perkembangan fenomena. Peneliti dapat juga menyertakan hasil studi pendahuluannya atas fenomena tersebut, berupa data kuantitatif hasil asesmen maupun kutipan wawancara.

Sampai di sini, cukupkah paparan data yang diperlukan untuk menunjukkan problem penelitian? Belum. Itu baru data terkait fenomena atau konteks. Data lapis pertama. Sila dibayangkan seolah kita sedang membuat sebuah kue lapis…

Baca lebih lanjut

Literature Review: Langkah Penting dalam Menyiapkan Usulan Penelitian

Ketika mengevaluasi proposal atau laporan penelitian, tidak jarang kita menemukan berbagai macam penelitian yang landasan ilmiahnya lemah, urgensi dan kemanfaatannya dipertanyakan. Peneliti dalam paparannya tidak berhasil menjelaskan secara argumentatif mengapa penelitian tersebut dilakukan, apa pentingnya, mengapa menempatkan variabel-variabel yang dipilih sedemikian rupa, apa alasan melakukan penelitian pada kelompok individu yang menjadi subjeknya, mengapa memilih menggunakan pendekatan tertentu dalam mengkaji fenomena yang menjadi fokus, dsb, sehingga muncul keraguan terhadap ketepatan pelaksanaan berikut hasilnya.

Mengantisipasi hal tersebut, literature review penting dilakukan dengan sebaik mungkin. Langkah untuk menelaah berbagai penelitian terdahulu mutlak dibutuhkan, untuk membantu peneliti merumuskan rencana penelitian secara tepat, baik secara konseptual teoritis maupun metodologis.

The process of conducting and reporting your literature review can help you clarify your own thoughts about your study.

Istilah literature review sendiri tentu sudah tidak asing di kalangan mereka yang menempuh studi di perguruan tinggi, baik pada jenjang S1, S2, maupun S3. Hanya saja ketika diminta untuk melakukan, tidak semua mahasiswa memiliki pemahaman yang sama tentang cakupan isinya. Cukup banyak diantara mahasiswa ini yang menyamakan literature review dengan sekedar resume atau ringkasan jurnal, padahal semestinya lebih dari itu. Baca lebih lanjut

Disability and Resilience: Four Phases to Overcome Significant Adversity in The Life Changes

Late Post. Sebagaimana biasanya saya selalu membagikan dalam blog ini, materi yang saya presentasikan di forum-forum ilmiah yang telah saya ikuti. Kali ini adalah materi presentasi dalam ICEPAS 2016 yang lalu. Sebagaimana sudah saya singgung saat bercerita tentang perjalanan ke Korea Selatan tersebut, materi yang berjudul Disability and Resilience: Four Phases to Overcome Significant Adversity in The Life Changes ini adalah bagian dari riset disertasi yang saya selesaikan. Saya memaparkan tentang temuan empat fase yang dilalui oleh individu dalam perubahan kondisinya menjadi seorang penyandang disabilitas, hingga pada akhirnya mampu mencapai resiliensi. Dengan kata lain, keempat fase tersebut merupakan fase-fase dalam proses resiliensi.

Berikut adalah beberapa kutipan ppt yang saya bawakan. Versi lengkap dari artikel dimuat dalam Conference Proceeding.

Processed with MOLDIV

ISBN: 978-986-89536-4-2

Baca lebih lanjut