Lagu Pertama Karya Damai

Lama (sekali) tidak memperbarui isi blog ini. Sedang terbelenggu urusan kampus yang luar biasa padat pekerjaan di akhir dan awal tahun, yang sekaligus akhir dan awal semester baru. Mohon maaf untuk rekan-rekan yang mengirimkan komentar pertanyaan terkait resiliensi maupun riset kualitatif yang terpaksa belum sempat saya balas. Akan saya upayakan mencari sela waktu untuk menjawabnya.

Buat pemanasan sekaligus memotivasi diri agar setelah ini menemukan celah untuk mulai menulis lagi, berikut saya unggah video lagu pertama karya Damai, yang bagi saya adalah progres belajar bermusiknya yang membanggakan. Di usianya yang masih 13 tahun, dia mulai belajar membuat lagu sederhana yang menurut saya indah, sarat dengan pesan positif.

Seperti yang ditulisnya di keterangan video: “In this video, I’m showing you the song that I’ve made since a few weeks ago. I made this song for my friends and people who are depressed or got so much problems in their life. So in this song, I just want to tell them that they will always overcome those problems and everything will be alright at the end..”

Sila simak, “It Will Be Alright” by Ayunda Damai..

Membantu Anak Percaya Diri, Tangguh dan Mandiri (Materi “Parent Support” untuk Orangtua Anak dengan Gangguan Pendengaran)

Minggu, 9 Desember 2018, mendapat kepercayaan untuk memberi penguatan pada para orangtua hebat dari anak-anak yang mengalami gangguan pendengaran. Kegiatan ini adalah kerjasama antara Kasoem Hearing Center dengan Jala Puspa RSAL Dr. Ramelan Surabaya.

Bertempat di Gedung STIKES Hang Tuah, parent support dihadiri oleh begitu banyak orangtua. Ada yang datang sendiri, berpasangan, ada pula yang membawa serta putra/putrinya.

Baca lebih lanjut

Piano Damai: Dance the Night Away & What is Love (Cover Songs)

Dari lagu-lagu BTS, sempat juga membuat cover lagu Ed Sheeran, Shawn Mendez, dan Justin Bieber, sekarang bergeser ke lagu-lagu Twice. Poin pentingnya, dia konsisten belajar untuk mengasah skill dan terus produktif menghasilkan karya, meski masih sederhana.

Amazing Turkey (6): Cerita yang Tersisa

Setelah jeda agak lama karena serbuan pekerjaan kampus, saya akan menuntaskan sisa catatan dari  perjalanan ke Turki bulan lalu. Ada beberapa hal yang ingin saya ceritakan, mulai dari objek yang kami kunjungi saat berada di Provinsi Denizli (kalau menurut urutan mestinya ini terceritakan setelah dari Ephesus di Izmir), lalu ke beberapa hal unik tentang Turki.

Hierapolis-Pamukkale di Denizli

Masih ingat catatan tentang Ephesus dan jejak peninggalan Yunani Kunonya kan? Nah, ada satu lagi jejak peninggalan jaman lampau yang juga menarik serupa Ephesus yaitu Hierapolis, sebuah kota tua peninggalan jaman Romawi. Hierapolis ini menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO sejak tahun 1988.

Ada yang menyebutkan Hierapolis berasal dari sebuah Kuil Hieron yang dibangun sekitar awal Abad Ke-3 SM oleh orang-orang Phyrgia. Di Abad Ke-2 SM lokasi kuil tersebut yang berdekatan dengan sumber mata air panas kemudian dikembangkan menjadi tempat spa yang dipersembahkan kepada Raja Pergamon, Eumenes II, oleh Roma.

Namun sumber lain menuliskan bahwa dimungkinkan Hierapolis telah dibentuk oleh raja-raja Seleukus di sekitar abad ke-4 SM . Nama kota ini tampaknya berasal dari Hiera, istri Telephus (anak dari Hercules dan cucu Zeus), cikal bakal keturunan Pergamus. Hierapolis diserahkan ke Roma pada 133 SM bersama dengan sisa kerajaan Pergamene, dan menjadi bagian dari provinsi Romawi di Asia. Kota ini sempat hancur oleh gempa bumi di 60 AD, tetapi dibangun kembali, dan mencapai puncaknya pada abad ke-2 dan ke-3.

Baca lebih lanjut