Amazing Russia (3): Saint Petersburg, Kota Klasik yang Cantik

Beda Moscow, beda St. Petersburg. Sama-sama penuh bangunan megah bersejarah, namun nuansa klasik, estetik nan cantik lebih terasa di kota ini, dibandingkan dengan Moscow yang terkesan lebih kaku.

Dari Moscow, rombongan kami menuju St. Petersburg dengan menggunakan kereta cepat, bernama Sapsan Train. Konon kabarnya Sapsan ini kereta tercepat kedua di dunia setelah Shinkansen di Jepang. Jarak antara Moscow dan St. Petersburg sepanjang 712,5 km yang normalnya ditempuh dengan mobil sekitar 9 jam, bisa dipersingkat menjadi 4 jam dengan menaiki Sapsan. Sepanjang perjalanan kita bisa menikmati pemandangan hijau dan pemukiman penduduk dengan bentuk-bentuk rumahnya yang khas. Baca lebih lanjut

Amazing Russia (2): Moscow dan Arsitekturnya yang Penuh Sejarah

Ini adalah bagian kedua dari catatan ringkas perjalanan ke Russia Juli lalu. Saya akan menceritakan sedikit tentang Kota Moscow yang penuh dengan deretan bangunan bersejarah.

Kalau bicara tentang Moscow, ada 2 gambaran bangunan khas yang terbayang di kepala: Gereja-gereja Kristen Ortodok yang kubah-kubahnya berwarna-warni bak permen lolipop, dan deretan gedung besar pemukiman maupun perkantoran yang bentuknya mayoritas berkubus-kubus, besar dan tampak sangat kokoh. Tidak sedikit diantaranya yang sudah berusia ratusan tahun, dan tetap berdiri tegak, berfungsi hingga sekarang.

Saya akan menuliskan beberapa objek menarik yang sempat kami datangi, di antara waktu-waktu mengikuti ECP. Karena di Russia pada saat itu matahari baru terbenam sekitar pukul 12 malam, maka usai kongres yang selesai sekitar pukul 5 sore, kami biasanya tidak langsung kembali ke penginapan. Kami menyempatkan untuk berjalan-jalan dulu sekuat kaki, karena sayang saja jika sudah jauh-jauh pergi tidak dimaksimalkan berkelilingnya. Baca lebih lanjut

Amazing Russia (1): The XVI European Congress of Psychology

Satu lagi pengalaman berharga menginjakkan kaki di belahan bumi Allah yang lain, belum lama terlewati dengan penuh syukur. Dan kali ini adalah Russia. Negara yang di luar angan-angan saya untuk bisa mengunjungi.

Dimulai dari adanya informasi tentang kongres psikologi Eropa yang terakses saat mengikuti salah satu konferensi internasional psikologi di Bali tahun lalu, saya dan sejumlah rekan pun mencoba menyusun abstrak paper dari hasil penelitian kami dan coba dimasukkan. Ternyata lolos seleksi untuk presentasi di sana. Maka kemudian, berangkat lah kami berpetualang ke negeri Masha and the Bear ini.

Karena ada cukup banyak catatan menarik, maka saya akan bagi dalam 3 tulisan. Saya ceritakan lebih dulu tentang keperluan utama pergi ke sana di tulisan pertama ini, sesudahnya akan saya sambung dengan tulisan tentang Moscow, dan terakhir tentang Saint Petersburg yang juga sempat kami kunjungi.

Baca lebih lanjut

Lagu Kedua Karya Damai

Bersyukur sekali ketika anak belajar untuk terus mengembangkan bakatnya, proses tersebut sekaligus dimanfaatkan untuk berkontribusi di lingkungan sosial, dengan menyuarakan pesan-pesan yang positif. Video berikut adalah hasil dari proses belajar Damai memproduksi karya lagu, yang terstimulasi oleh tugas pelajaran Bahasa Inggris di sekolah. Ini adalah lagu pendek kedua yang dibuatnya secara utuh. Cerita tentang isi pesan lagu dapat dibaca dari blog Damai: ayundadamai.com

Catatan Singkat dari Mengajar Resiliensi di UUM

Belum lama mendapatkan tantangan kembali untuk berbagi ilmu pada mahasiswa dari negara tetangga. Kesempatan keluar dari zona nyaman yang saya terima dengan antusias, sebab tentu akan sangat memperkaya pengalaman ketika bisa berinteraksi dan belajar bersama dengan mereka yang berbeda latar budaya, juga bahasa.

Tugas ini saya penuhi minggu lalu, di Universiti Utara Malaysia (UUM). UUM berada di Kedah, dari Kuala Lumpur masih harus disambung dengan perjalanan darat selama beberapa jam, atau dengan pesawat kurang lebih 45 menit. Saya berangkat bersama Dekan dan dua orang Wakil Dekan kami yang beragenda membicarakan pula pengembangan kerjasama antar kedua perguruan tinggi ini.

Baca lebih lanjut