Percakapan Ringan dengan Anak Kelas 1 SMP

Lama tidak menuliskan percakapan ringan dengan Damai. Berikut saya catatkan juga di sini, dua yang sudah tertuliskan di dinding facebook saya, pembicaraan antara emak bersama anak perempuannya yang sekarang sudah SMP.

Yang Tak Biasa di Pelajaran Agama

Suatu sore sepulang sekolah..
πŸ‘©πŸ»β€πŸŒΎ: Today I have a new experience yang rasanya nggak di semua sekolah anak-anak bisa merasakannya, Mam.
πŸ§•: What’s that?
πŸ‘©πŸ»β€πŸŒΎ: Di pelajaran agama. Jadi kan kalau di kelasku itu murid-muridnya dari 4 agama. Islam, Kristen, Katolik, sama Budha. Biasanya kalau jam agama, kami kan misah. Nah, hari ini tadi kami jadi satu!
πŸ§•: Wah, menarik nih..
πŸ‘©πŸ»β€πŸŒΎ: Banget! We learned something together..
πŸ§•: What did teachers ask students to do?
πŸ‘©πŸ»β€πŸŒΎ: We were asked to make several groups. Each group must be consisted of 3 or 4 students from different religion. And then teacher gave us a news about specific case. Do you still remember about Ibu Meiliana case?
πŸ§•: Masih dong..
πŸ‘©πŸ»β€πŸŒΎ: Nah, beritanya tentang itu. Masing-masing kelompok diminta untuk mendiskusikannya, base on different perspectives from each religion.
πŸ§•: That’s cool!
πŸ‘©πŸ»β€πŸŒΎ: Iya, aku juga ngerasa begitu. Kami diminta membahas, menganalisis kenapa kasus itu sampai terjadi, gimana pendapat kami, how to prevent agar tidak sampai terjadi, bagaimana seharusnya hidup di tengah masyarakat yang berbeda-beda,… Gitu, Mam.
πŸ§•: Keren. So, what did you learn from this activity?
πŸ‘©πŸ»β€πŸŒΎ: Well, actually it hasn’t finished. Masih akan dilanjutkan soalnya kami akan mempresentasikannya minggu depan. Tapi dari yang tadi itu kerasa lebih ngerti perspektif yang beragam tentang satu hal, tapi sekaligus tahu bahwa ada similarities in some values from different religions.
πŸ§•: Senang dengarnya, Mai. Jadi bisa lebih menghargai satu sama lain. I think it is good for students to participate in this kind of activity..
Baca lebih lanjut

Iklan

Piano Damai: Dance the Night Away & What is Love (Cover Songs)

Dari lagu-lagu BTS, sempat juga membuat cover lagu Ed Sheeran, Shawn Mendez, dan Justin Bieber, sekarang bergeser ke lagu-lagu Twice. Poin pentingnya, dia konsisten belajar untuk mengasah skill dan terus produktif menghasilkan karya, meski masih sederhana.

Cerita Damai: Sekolah Baru, Value, dan Proses Belajar yang Seru

Perjalanan belajar Damai sekarang sudah masuk di tahap SMP. Tahap di masa remaja awal yang lebih berwarna karena karakter psikologis individu seusianya yang juga berbeda.Β Apa yang membedakannya dari masa anak? Lebih kritis karena kemampuan berpikirnya berkembang; lebih sensitif secara emosi; menginginkan ruang lebih untuk mengambil berbagai keputusan sendiri; dan sebagainya.

Sebagaimana sudah saya sebut di tulisan terdahulu, Damai sekarang belajar di Sekolah Cikal Surabaya. Sekolah yang dari sisi jarak pergi-pulang ke rumah sebenarnya jauh dari kata ideal: 28 km, sama seperti jarak rumah-kampus, namun di wilayah yang berbeda. Sekolah Damai di Surabaya Barat, sementara Kampus Unair di Surabaya Timur. Jadi bayangkan saja sebuah segitiga, jika ingin tahu bagaimana posisi antara rumah, Cikal, dan kampus πŸ˜€

Dan dengan segitiga penuh cinta ini saya mengantar jemput sendiri Damai setiap harinya. Berangkat pagi-pagi menuju Cikal, menurunkan Damai dulu, baru lanjut ke kampus. Begitu sebaliknya ketika pulang. Seru, dan sejauh ini rute sudah berjalan kurang lebih 1 bulan.

Tidak capek? Ah… ini pertanyaan retoris. Ya jelas capek, apalagi dengan bertumpuk pekerjaan kampus yang terus sambung-menyambung plus segala urusan domestik yang harus dilakukan mandiri tanpa asisten. Tapi capek itu rasanya terbayar dengan ceria-cerita belajar yang disampaikan Damai dengan begitu antusias setiap harinya. Antusiasme yang menyalurkan energi positif juga pada saya.

Ingat cerita Totto Chan yang begitu bahagia saat akhirnya menemukan sekolah yang diinginkan? Ya, kurang lebih begitu gambarannya. Sekolah yang mampu merawat semangat untuk belajar di setiap waktunya, yang terus memupuk rasa ingin tahu akan beragam ilmu sekaligus berani menyuarakan isi pikiran, melalui rangkaian aktivitas pembelajaran yang menyenangkan.

Baca lebih lanjut

Dia Sudah SMP Sekarang…

Rasanya belum terlalu lama saya mulai merangkai cerita demi cerita selama mendampinginya bertumbuh, menjalani hari demi hari masa belajarnya di TK, lalu berlanjut ke SD. Dan sekarang, Damai sudah masuk usia ‘ABG’, beralih menjadi anak SMP. Tentu, peralihan ini memerlukan penyesuaian juga pada sisi orangtua.

Atas dasar diskusi bersama, Damai melanjutkan sekolahnya di Cikal. Kami meyakini melalui kurikulum serta proses pembelajaran yang diterapkan, sekolah ini dapat memfasilitasi Damai mengembangkan diri dan berbagai kemampuannya dengan optimal. Baik kemampuan akademik maupun non-akademik, termasuk di dalamnya ketrampilan psikologis dan sosial. Baca lebih lanjut

Demam Bangtan Sonyeondan dan Produktivitas Bermusik Damai

Saya penggemar drama Korea. Itu sudah jelas, semua teman juga sudah paham dan memaklumi, hehehe… Tapi, tidak semua produk Korea atau sesuatu yang berasal dari Korea kemudian saya suka. Yang tidak OK tetap saja tidak suka. Salah satunya adalah sekian banyak boyband K-Pop yang……. ah, pokoknya lihat dandanannya saja saya “enggak banget”. Sekumpulan cowok beranting, rambut diwarna-warni, kadang disisir dengan model yang menurut saya ajaib, baju penuh pernak-pernik asesoris, lalu bernyanyi dan menari dengan ekspresi songong. Asli, “enggak banget”. BIG NO lah pokoknya.

Makanya, tahu ada begitu banyak remaja yang berbondong menggandrungi mereka, sampai berteriak-teriak histeris hanya karena melihat posternya dari kejauhan, doa saya cuma satu, semoga Damai tidak ikut begitu.

Nah, selama beberapa waktu saya merasa cukup aman. Dia tidak tampak menyukai K-Pop. Terlihat dari jejak lagu yang sering diputar, baik lewat iTunes maupun youtube. Hanya sesekali dia cerita betapa banyak teman sekolahnya yang jadi penggemar boyband K-Pop.

Tapi kemudian hari berganti, masa pun berlalu. Berjarak beberapa waktu, saya mulai menangkap adanya pergeseran minat Damai. Mulai dari mencoba memainkan beberapa melodi dari lagu boyband tertentu, adanya unduhan lagu K-Pop di iTunes yang bukan OST drama kesukaan saya (kalau yang ini sudah jelas saya pelakunya :D), sampai data akses video mereka dari youtube. “Oh, No! Gawat ini…”, pikir saya. Baca lebih lanjut

Latihan Piano Damai: 3 Karya Yiruma

Lama tidak mengunggah video latihan piano Damai. Berikut 3 lagu dari Yiruma, pianis kesukaan selain Catherine Rollin yang karyanya cukup sering dimainkan. Ada River Flows in You yang direkam dua tahun lalu saat Damai masih Kelas 4, Mika’s Song, dan Kiss the Rain.

Selamat menikmati..