Tentang Wiwin Hendriani

Lecturer and researcher in Faculty of Psychology, Airlangga University, Surabaya

Lagi, Percakapan-percakapan Ringan Pulang Sekolah Bersama Damai

Suatu sore yang sudah agak lama..

πŸ‘©πŸ»β€πŸŒΎ: Kenapa, Mam? Agak gimana gitu.
πŸ§•: Campur aduk.
πŸ‘©πŸ»β€πŸŒΎ: Kenapa?
πŸ§•: Ok, mama yang duluan cerita aja ya, habis itu kamu. Jadi, hari ini rasanya nano-nano. Seneng banget dengan kegiatan inklusinya Unair yang mulai jalan dan mahasiswa antusias. Senang lihat banyak orang makin respek dan peduli dengan difabel. Tapi habis itu balik ke fakultas harus ambil keputusan dilematis yang lumayan bikin sesak di ujian akhir salah satu mahasiswa.
πŸ‘©πŸ»β€πŸŒΎ: Nggak lulus?
πŸ§•: Iya. Dan itu bimbingan mama. Sedihnya bukan karena menyesali atau nggak terima dia nggak lulus. Tapi menyesalkan kenapa dia nggak komit dengan belajarnya, menggampangkan dan potong kompas sana-sini. Tapi ya sudahlah, itu pilihannya. Mungkin dengan gagal studi begini dia akan belajar untuk lebih baik ke depannya.
πŸ‘©πŸ»β€πŸŒΎ: Nggak dilolosin aja Mam?
πŸ§•: Kenapa?
πŸ‘©πŸ»β€πŸŒΎ: Kasihan
πŸ§•: Semata-mata itu?
πŸ‘©πŸ»β€πŸŒΎ: Iya
πŸ§•: Apa menurutmu itu mendidik? Apalagi sudah diingatkan berulang tetap saja tidak berubah sikap.
πŸ‘©πŸ»β€πŸŒΎ: Ya nggak sih. Tapi umumnya kan orang lebih mempertimbangkan kasihannya..
πŸ§•: Kira-kira apa mama model begitu?
πŸ‘©πŸ»β€πŸŒΎ: Nggak sih..
πŸ§•: Mama lebih suka ngajak orang bertanggung-jawab atas pilihan-pilihan sikap dan perilakunya, meski konsekuensinya ternyata tidak menyenangkan.
πŸ‘©πŸ»β€πŸŒΎ: Hehehe.. I know you, Mam.
πŸ§•: Dah, sekarang gantian. Gimana belajarmu hari ini? Apa yang menarik?
πŸ‘©πŸ»β€πŸŒΎ: Well.. banyak yang menarik. Tapi aku mau mulai cerita dari English, yang belajarnya dibarengkan dengan Visual Arts. Jadi untuk projeknya kami diminta membuat Haiku dulu. Trus kalau sudah jadi, bikin art work untuk memvisualisasikan haiku-nya.
πŸ§•: Ok, jadi 2 mapel nyambung ya?
πŸ‘©πŸ»β€πŸŒΎ: Iya. Nah, untuk mengerjakan project ini kami diberi kesempatan 2 kali konsultasi dengan kedua guru mapel untuk bisa dapat feedback, entah di haikunya atau di artworknya. Ini tadi aku baru bikin appointment untuk konsultasi yang kedua.
πŸ§•: Pekerjaanmu sudah sampai mana?
πŸ‘©πŸ»β€πŸŒΎ: Haiku sudah selesai, art worknya tinggal sedikit lagi. Moga-moga nanti pas konsul kedua nggak banyak dapat koreksi, jadi final product-ku bisa kukumpulkan sesuai deadline yang kubuat.
πŸ§•: Kok deadline-nya kamu yang buat?
πŸ‘©πŸ»β€πŸŒΎ: Lhoiya, memang gitu. Jadi guru kan memberi waktu, project harus sudah selesai sebelum term ini berakhir. Selambatnya sekitar Desember-lah. Nah tapi tiap anak itu boleh membuat target waktunya sendiri-sendiri. Kayak aku, kutarget final product-ku ini bisa selesai 14 November.
πŸ§•: Wah… ini keren lagi. Murid bisa membuat karya yang difasilitasi konsultasi. Seperti belajarnya mahasiswa kalau lagi ngerjakan project tertentu. Trus target waktu untuk penyelesaian tugas akhir bisa ditetapkan sendiri itu seru 😍

… dst disambung cerita proses belajar yang berkesan dari mapel lain …

*****

Baca lebih lanjut

Iklan

Lagu Pertama Karya Damai

Lama (sekali) tidak memperbarui isi blog ini. Sedang terbelenggu urusan kampus yang luar biasa padat pekerjaan di akhir dan awal tahun, yang sekaligus akhir dan awal semester baru. Mohon maaf untuk rekan-rekan yang mengirimkan komentar pertanyaan terkait resiliensi maupun riset kualitatif yang terpaksa belum sempat saya balas. Akan saya upayakan mencari sela waktu untuk menjawabnya.

Buat pemanasan sekaligus memotivasi diri agar setelah ini menemukan celah untuk mulai menulis lagi, berikut saya unggah video lagu pertama karya Damai, yang bagi saya adalah progres belajar bermusiknya yang membanggakan. Di usianya yang masih 13 tahun, dia mulai belajar membuat lagu sederhana yang menurut saya indah, sarat dengan pesan positif.

Seperti yang ditulisnya di keterangan video: “In this video, I’m showing you the song that I’ve made since a few weeks ago. I made this song for my friends and people who are depressed or got so much problems in their life. So in this song, I just want to tell them that they will always overcome those problems and everything will be alright at the end..”

Sila simak, “It Will Be Alright” by Ayunda Damai..

Membantu Anak Percaya Diri, Tangguh dan Mandiri (Materi “Parent Support” untuk Orangtua Anak dengan Gangguan Pendengaran)

Minggu, 9 Desember 2018, mendapat kepercayaan untuk memberi penguatan pada para orangtua hebat dari anak-anak yang mengalami gangguan pendengaran. Kegiatan ini adalah kerjasama antara Kasoem Hearing Center dengan Jala Puspa RSAL Dr. Ramelan Surabaya.

Bertempat di Gedung STIKES Hang Tuah, parent support dihadiri oleh begitu banyak orangtua. Ada yang datang sendiri, berpasangan, ada pula yang membawa serta putra/putrinya.

Baca lebih lanjut

Piano Damai: Billie’s Song – Valerie Capers

Selingan musik dari lagu yang dimainkan Damai saat mengikuti event YMC 2018, dan mendapatkan 1st Winner untuk kategori Grade 4.

Berikut tautan tulisan Damai di blog-nya tentang ini, sila klik bagi yang ingin membaca: Youth Music Competition 2018.

Percakapan Ringan dengan Anak Kelas 1 SMP

Lama tidak menuliskan percakapan ringan dengan Damai. Berikut saya catatkan juga di sini, dua yang sudah tertuliskan di dinding facebook saya, pembicaraan antara emak bersama anak perempuannya yang sekarang sudah SMP.

Yang Tak Biasa di Pelajaran Agama

Suatu sore sepulang sekolah..
πŸ‘©πŸ»β€πŸŒΎ: Today I have a new experience yang rasanya nggak di semua sekolah anak-anak bisa merasakannya, Mam.
πŸ§•: What’s that?
πŸ‘©πŸ»β€πŸŒΎ: Di pelajaran agama. Jadi kan kalau di kelasku itu murid-muridnya dari 4 agama. Islam, Kristen, Katolik, sama Budha. Biasanya kalau jam agama, kami kan misah. Nah, hari ini tadi kami jadi satu!
πŸ§•: Wah, menarik nih..
πŸ‘©πŸ»β€πŸŒΎ: Banget! We learned something together..
πŸ§•: What did teachers ask students to do?
πŸ‘©πŸ»β€πŸŒΎ: We were asked to make several groups. Each group must be consisted of 3 or 4 students from different religion. And then teacher gave us a news about specific case. Do you still remember about Ibu Meiliana case?
πŸ§•: Masih dong..
πŸ‘©πŸ»β€πŸŒΎ: Nah, beritanya tentang itu. Masing-masing kelompok diminta untuk mendiskusikannya, base on different perspectives from each religion.
πŸ§•: That’s cool!
πŸ‘©πŸ»β€πŸŒΎ: Iya, aku juga ngerasa begitu. Kami diminta membahas, menganalisis kenapa kasus itu sampai terjadi, gimana pendapat kami, how to prevent agar tidak sampai terjadi, bagaimana seharusnya hidup di tengah masyarakat yang berbeda-beda,… Gitu, Mam.
πŸ§•: Keren. So, what did you learn from this activity?
πŸ‘©πŸ»β€πŸŒΎ: Well, actually it hasn’t finished. Masih akan dilanjutkan soalnya kami akan mempresentasikannya minggu depan. Tapi dari yang tadi itu kerasa lebih ngerti perspektif yang beragam tentang satu hal, tapi sekaligus tahu bahwa ada similarities in some values from different religions.
πŸ§•: Senang dengarnya, Mai. Jadi bisa lebih menghargai satu sama lain. I think it is good for students to participate in this kind of activity..
Baca lebih lanjut

RESILIENSI: Teori dan Penerapannya dalam Pendampingan Psikologis (Materi National Conference UMG 2018)

Sabtu, 6 Oktober 2018. Kembali berbagi pemahaman tentang resiliensi, kali ini dalam National Conference “Resilience in The World of Competitive,Β Islamic Perspective” yang diselenggarakan oleh Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Gresik bekerjasama dengan International Institute of Islamic Thought. Selain saya, dua pembicara yang lain adalah Assoc. Prof. Dr. Shukran Abd. Rahman dan Assoc. Prof. Dr. Mastura Badzis, keduanya dari International Islamic University Malaysia.

Konferensi nasional ini di luar dugaanΒ ternyata tidak hanya diikuti oleh para akademisi dan mahasiswa dari berbagai jenjang, tetapi juga praktisi psikologi dan konseling, guru-guru, orangtua, bahkan pelajar SMK yang antusias menguatkan kompetensinya menghadapi tantangan di masyarakat yang semakin beragam. Suasana β€œgethok tular” ilmu pun terasa menjangkau banyak lapisan. Sangat mensyukurinya.

Sesuai permintaan panitia, saya membawakan materi tentang konsep dasar resiliensi dan perkembangan teorinya, serta gambaran penerapannya dalam pendampingan psikologis. Beberapa bagian dari materi ini pernah saya sampaikan pada saat mengisi Seminar Nasional Pascasarjana di UGM Bulan Maret lalu.

Dengan terus diniatkan untuk memperluas kemanfaatannya, karena menyadari bahwa ilmu adalah milik Allah, berikut saya bagikan pokok-pokok materi yang diringkas dalam beberapa slide presentasi. Semoga memenuhi juga keingintahuan rekan-rekan yang pada hari kegiatan berhalangan untuk turut hadir.

Baca lebih lanjut