Berbagi Materi Resiliensi di Zhejiang University

Ini sekaligus adalah catatan kunjungan saya ke-3 kalinya ke China, setelah yang pertama di 2009 lalu saat mengikuti gathering fakultas, dan kedua di 2015 ketika mengikuti konferensi psikologi di Zhejiang University. Seperti 2015, kali ini saya kembali ke Zhejiang University, namun untuk aktivitas yang berbeda. Bersama Wakil Dekan 3, seorang mahasiswa S3 dan seorang mahasiswa S1, kami mengikuti Cross-cultural Research Collaboration and Exchange Program (CRCEP) yang diselenggarakan atas kerjasama 6 perguruan tinggi: Universitas Airlangga, Universitas Surabaya, Universitas Islam Indonesia, Universitas Ciputra, Zhejiang University, dan Zhejiang Sci-Tech University. Setiap perguruan tinggi melibatkan baik dosen maupun perwakilan mahasiswa.

Ada serangkaian kegiatan yang dilaksanakan dalam CRCEP, diantaranya: Seminar/kuliah umum, presentasi riset, diskusi riset kolaboratif antar institusi lintas negara, kunjungan laboratorium dan fasilitas penunjang belajar yang lain, kunjungan ke perusahaan/instansi rekanan untuk melihat penerapan hasil-hasil riset psikologi, serta observasi perilaku berbasis budaya pada masyarakat di negara yang sedang menjadi tempat penyelenggara.

Jadi terasa sekali, padat kegiatan, padat belajar. Sampai-sampai 10 hari di China pun minim jeda waktu luang untuk sekedar berjalan-jalan seperti yang umumnya dibayangkan banyak orang ketika mendengar ada kolega yang akan dinas ke luar negeri. Itulah kenapa buat teman-teman media sosial saya yang saat itu sempat keheranan karena tumben saya minim update foto, ya karana yang ada di sini memang didominasi oleh aktivitas ruang kelas, ruang kelas, dan ruang kelas yang lainnya, hehehe…

Melaksanakan tugas untuk menjadi salah satu Keynote Speaker di hari pertama rangkaian program, saya kembali berbagi pemahaman tentang Resiliensi yang sudah sekian tahun ini saya geluti dan menjadi fokus keahlian serta pengembangan kompetensi. Menindaklanjuti kebutuhan program, materi yang saya sampaikan berjudul Helping Children Bounce Back Stronger: Developing Online Resilience in the Digital Era. Materi ini memaparkan secara ringkas dan padat tentang konsep “online resilience” dan pentingnya ditumbuhkan pada generasi sekarang, serta bagaimana gambaran proses menumbuhkannya.

Seperti diketahui, selama beberapa waktu terakhir manusia telah melalui sekian tahapan revolusi teknologi yang semakin hari semakin pesat, ditandai oleh peningkatan yang dramatis pada penggunaan komputer, internet, dan smartphone, disamping televisi dan media elektronik lain yang lebih dulu ada. Anak, remaja, dewasa, hingga lanjut usia saat ini menjadi pengguna aktif teknologi digital untuk berbagai keperluan. Dari yang intensitas dan frekuensinya masih relatif rendah, hingga yang sangat ekstrim di luar kendali dan mengarah pada perilaku adiksi.

Berbagai catatan hasil kajian ilmiah maupun pemberitaan media massa memberikan data bahwa era teknologi digital membawa tantangan yang begitu besar di balik kemudahan yang ditawarkan. Beragam risikonya perlu ditindaklanjuti dengan langkah-langkah yang efektif, terlebih ketika terjadi / dirasakan oleh anak-anak. Bagaimanapun anak adalah generasi penerus yang akan menentukan baik tidaknya kehidupan masyarakat di masa depan. Menjadi penting bagi orangtua sebagai pendidik utamanya untuk memberikan bekal memadai bagi anak dalam memanfaatkan teknologi secara tepat.

Membekali anak dengan kemampuan dalam menilai dan memilah secara mandiri berbagai pengaruh dunia online adalah langkah mendasar yang perlu diupayakan, agar dengan bekal tersebut anak cukup memiliki kemampuan untuk membedakan respon terhadap konten-konten bermuatan positif dengan yang negatif. Membangun online resilience pada anak di era digital merupakan kebutuhan penting untuk memperkuat kemampuan mereka mengelola berbagai risiko, disamping juga sebagai upaya untuk mereduksi aksesibilitas anak ke konten-konten yang membahayakan di berbagai jejaring online.

Online resilience sendiri adalah sebuah konsep psikologi tentang bagaimana individu bertahan dalam menghadapi situasi yang sulit, berbahaya dan berisiko dalam dunia online. Online resilience merupakan kemampuan individu untuk beradaptasi secara akurat terhadap berbagai kondisi lingkungan yang sarat akan pengaruh, sehingga dengan kemampuan ini individu akan lebih berdaya dalam menyaring dan merespon berbagai hal yang ditemui ketika berinteraksi dengan teknologi digital.  Anak yang resilien akan mampu menghadapi pengalaman negatif dalam aktivitas online dengan cara-cara yang tepat, mampu mengatasi situasi yang merugikan dengan cara-cara yang terfokus pada masalah (problem-focused), serta mampu mentransfer emosi negatif menjadi positif, atau menetralkannya.

Secara umum, pokok-pokok materi ini masih memiliki kesamaan dengan yang saya sampaikan saat mengajar sebagai visiting lecturer di Universiti Utara Malaysia beberapa waktu sebelumnya.

Lalu, bagaimana rasanya bisa kembali mengajar dalam forum internasional? Sudah tentu berkesan, memperkaya pengalaman, dan menguatkan kemampuan. Terlebih dengan mahasiswa yang berasal dari beberapa institusi baik Indonesia maupun China, yang berbeda latar belakang budaya dan sudut pandang dalam memaknai berbagai situasi di masyarakat.

Dalam kesempatan ini, sebagai pengelola Prodi S3 kelegaan saya menjadi bagian dari program CRCEP juga terasa saat menyaksikan mahasiswa doktoral kami mampu menunjukkan kompetensi keilmuannya, membagikan pemahaman teoritik yang cukup kuat sebagai seorang calon doktor di forum internasional yang kredibel. Pak Danto, mahasiswa ini, yang masih berada di Semester 3 perjalanan studinya telah melaksanakan tugas dengan baik untuk berbagi pemahaman terkait topik disertasi yang tengah digeluti tentang Spirit Possession atau yang lebih dikenal dengan kesurupan.

Lebih lanjut, di bawah ini adalah beberapa dokumentasi kegiatan CRCEP yang diunggah juga untuk memberikan gambaran tentang rangkaian aktivitas kami selama di Zhejiang.

 

Beri Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s