Amazing Turkey (5): Cappadocia dan Kota Batu yang Menakjubkan

Adalah perjalanan darat terpanjang yang kami lalui bersama bis menuju wilayah ini dari destinasi sebelumnya. Cappadocia atau Kapadokya adalah wilayah di Provinsi Nevsehir yang memiliki ciri geologi, sejarah dan budaya unik dengan keajaiban alam berupa “cerobong peri” (fairy chimney) yang banyak tersebar di berbagai lembahnya. Pada waktu yang lampau, penduduk Cappadocia tinggal di bawah tanah atau di dalam rumah-rumah gua. Kabarnya di beberapa tempat, rumah-rumah hasil pahatan batu besar di area tersebut juga masih dihuni oleh sejumlah penduduk sampai sekarang.

Mengutip informasi dari sebuah situs berita, letusan tiga gunung berapi besar Turki di  Erciyes, Hasandag, dan Melendiz jutaan tahun lalu, serta empasan cuaca selama puluhan ribu tahun, membuat Cappadocia memiliki struktur tanah yang unik: Berbentuk pilar-pilar, gua-gua, bukit-bukit batu yang saling tumpuk, serta bukit berpuncak datar. Selama ribuan tahun, angin dan air hujan mengalir ke lembah, menyebabkan  erosi, kemudian membentuk struktur dan pahatan-pahatan yang dikenal dengan cerobong perinya. Ini adalah bongkahan batu tinggi dan bertopi yang bentuknya kerucut atau seperti jamur.

 

Secara umum terdapat 2 jenis pemukiman penduduk yang ada pada deretan lembah-ngarai di kawasan Cappadocia ini. Pertama, rumah-rumah di bawah tanah yang kemudian disebut dengan underground city, dan yang kedua rumah pada bukit-bukit batu.

Tentang undergroud city, penduduk Cappadocia menggali lubang di bebatuan vulkanik untuk melindungi diri dari binatang buas dan cuaca musim dingin yang ganas. Sejalan dengan waktu, mereka memperluas gua-gua dan menggali yang baru sesuai dengan kebutuhan. Hingga akhirnya terbentuklah kota dalam tanah yang saling terhubung oleh terowongan berliku-liku seperti labirin. Di saat perang, kota bawah tanah ini menjadi tempat berlindung dari serangan musuh.

Ada puluhan underground city di Cappadocia, meski tidak semua bisa dikunjungi. Satu yang sempat kami datangi adalah Cardak Underground City. Berikut beberapa dokumentasinya:

   Meski berusaha menyimak dengan baik penjelasan yang disampaikan oleh pemandu wisata kami, tapi rasanya tetap sulit membayangkan bagaimana rasanya hidup di bawah tanah begini. Bersama dengan hewan-hewan ternak pula, meski ditempatkan di rongga (ruang) yang berbeda. Para penduduk yang tinggal di sini mengembangkan begitu banyak cara unik untuk menunjang kehidupan mereka, seperti: Sistem ventilasi, saluran air, sistem keamanan, sumur, hingga sistem pengumpulan dan pengolahan sampah, termasuk kotoran hewan dan manusia.

Sementara untuk rumah-rumah yang ada di tebing atau bukit batu, menurut pemandu kami pengaturan ruang dan beberapa sistem penunjang hidup kurang lebih sama dengan yang di bawah tanah. Hanya saja memiliki perbedaan dalam beberapa hal, mengingat posisi tempat dan akses terhadap cahaya dan udara/ruang terbukanya yang tidak sama.

Empat area yang kami sempat mampir sejenak untuk mengambil gambar secukupnya adalah: Pigeon Valley, Goreme Valley, Pasabag Valley, dan Imagination Valley. Buat saya, semuanya menakjubkan!

        

Anyway, sampai di sini, saya sudah menyelesaikan 5 cerita tentang perjalanan singkat rombongan kami ke Turki kemarin. Berkeliling beberapa provinsi, dari Istanbul, ke Bursa, lalu Izmir, Denizli, Konya, dan berakhir di Nevsehir ini.

Sebelum saya cukupkan rangkaian ceritanya, saya masih ingin menambahkan 1 tulisan lagi seputar objek di Denizli yang terlewat belum saya sampaikan, sekaligus menuliskan beberapa hal menarik lain yang juga ada di Turki. Siapa tahu bisa membantu memberikan gambaran untuk rekan-rekan yang sedang merencanakan perjalanan ke sana.

(bersambung)

Iklan

One thought on “Amazing Turkey (5): Cappadocia dan Kota Batu yang Menakjubkan

  1. Ping balik: Amazing Turkey (6): Cerita yang Tersisa | Wiwin Hendriani

Beri Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s