Terima Kasih, Dwi Kris

Menulis tentang ini sejujurnya adalah hal yang tidak mudah buat saya. Beberapa hari sempat saya tunda sejak kepergiannya Senin lalu. Bukan karena apa-apa, kecuali bahwa senyatanya sosok Dwi memang telah banyak berperan dalam beberapa bagian dari aktivitas saya selama ini.

Saya sangat kehilangan, tetapi tidak ingin berlarut sedih ketika menulis, sebagaimana Dwi yang juga tidak menyukai jika orang di sekitarnya larut dalam kesedihan. Sebab itulah saya menunggu waktu yang tepat, meski bukan jaminan ketika menyelesaikan tulisan ini sekarang saya akan sepenuhnya bebas dari tangis.

Dwi Kris bukan sekedar mahasiswa buat saya. Dia adalah teman diskusi yang sangat konstruktif. Usia yang sangat muda bahkan jika dibandingkan dengan teman-teman seangkatannya tidak membatasi kemampuan berpikirnya yang luar biasa. Ya, dia sangat cerdas, disamping juga kritis dalam menganalisis berbagai macam situasi.

Slide1Beberapa riset telah kami selesaikan bersama. Dia juga menjadi salah satu asisten saya saat menyelesaikan disertasi. Tak terhitung banyaknya waktu telah kami habiskan untuk bekerja bersama kala itu. Di kampus, di kafetaria sebuah toko buku, di rumah, baik pagi, siang maupun malam.

Meski secara teknis Dwi yang membantu saya, namun tidak sedikit justru saya yang belajar dari pengalaman dan pengetahuannya. Wawasan Dwi begitu luas karena ia sangat suka membaca. Singkat kata, Dwi berperan besar hingga akhirnya saya mampu menyelesaikan penelitian dan studi saya tepat waktu. Tanpa uluran tangan Dwi saat itu, juga semangat yang ditularkannya, boleh jadi hasil yang saya peroleh akan berbeda.

IMG-20130620-01121Lulus S3 tak lantas membuat kerjasama saya dan Dwi selesai begitu saja. Diskusi kami terus berlanjut tentang topik apa saja. Di ruang dosen ketika dia tiba-tiba muncul dengan senyum dan sapaan khasnya: “Haalo Ibuu…”; saat pulang bersama dari kampus; ketika sesekali dia datang ke rumah untuk membantu pekerjaan Pak Bukik; dan waktu-waktu yang lain. Hingga kemudian sampailah pada pengalaman saya berikutnya dalam menerbitkan buku secara mandiri, yang lagi-lagi dapat terwujud dengan segera berkat bantuan Dwi.

Processed with MOLDIV

Sebagaimana mungkin diketahui oleh rekan-rekan yang telah membaca, Dwi adalah penyunting naskah buku “Karena Kita Adalah Orangtua” (KKAO) yang saya tulis. Berkat diskusi dengannya juga lah akhirnya saya memilih jalur self-publishing, mengingat tujuan penerbitan ini lebih diniatkan untuk sekedar berbagi pengalaman dari kumpulan tulisan saya, yang sebenarnya dapat leluasa diakses oleh banyak orang melalui blog ini.

Selama proses penerbitan, Dwi pula yang menyambungkan saya dengan Ester, adik angkatannya yang membantu mendesain sampul, dan Kuma, sahabat Dwi yang membantu membuatkan ilustrasi untuk beberapa bagian cerita dalam buku KKAO. Jadi Dwi bukan hanya berperan sebagai editor yang menyunting naskah, melainkan lebih dari itu.

IMG_1424Sampai di sini, makin bertambahlah alasan betapa saya harus mengucapkan banyak terima kasih kepadanya. Anak muda ini adalah penolong saya dalam berbagai kesempatan.

Walaupun mungkin tidak semua orang bisa memahami karakternya yang keras dan cara berpikirnya yang idealis, namun kesan saya pada Dwi tidak pernah berubah. Dia teman yang baik. Teman yang sangat baik, yang di tengah sakit pun justru selalu memberi semangat untuk orang lain.

Processed with MOLDIV

Ia tidak pernah mau menampakkan kesedihan dan ketidak-enakan yang sedang dirasakannya. Sebaliknya, Dwi ingin selalu menceriakan teman-temannya dengan beragam ekspresi lisan maupun tulisan yang dikirimkan. Hingga saat ini, sebagian rekam obrolan saya dengan Dwi tetap utuh tersimpan sebagai pengingat akan teman, murid sekaligus guru yang hidupnya telah menjadi satu berkah tersendiri bagi saya.

IMG_3361Buat Dwi Kris, terima kasih banyak untuk semuanya. Tidak akan pernah terlupakan senyum yang selalu tersungging di wajahmu hingga saat-saat terakhir itu. Tuhan Yang Maha Baik akan menjagamu di sana, Nak. Selamat jalan, damailah dalam istirahatmu yang kekal di sisi-Nya.

FullSizeRender (98)

Iklan

Beri Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s