Sekedar Percakapan Ringan (10): Refleksi Tentang Proses Belajar

Selamat hari menerima rapor! 😀

Saya juga baru saja kembali dari mengambil rapor Damai. Dia ikut ke sekolah, karena tidak mau sendirian saja di rumah menunggu Mbak Su datang. Nah, di perjalanan pulang, kami mengobrolkan tentang bagaimana proses dan hasil belajarnya selama satu semester ini.

FullSizeRender (89)“Yuk, sambil jalan kita bahas isinya…”, celetuk saya melihat Damai mengamati isi rapornya.

Saya: Jadi, kalau melihat isi rapor itu, trus mengingat lagi belajarmu satu semester ini, apa yang menurutmu sudah baik dan apa yang perlu diperbaiki?

Damai: (agak lama berpikir) Sebenarnya Mam, aku 3 kali nggak ngerjakan PR selama semester ini. Jadi beberapa nilaiku kelihatannya nggak gitu bagus juga karena itu.

Saya: O ya? Kenapa?

Damai: Aku kurang disiplin Mam, trus aku juga teledor soalnya pas kejadian lupa PR yang kedua itu karena aku lupa dimana naruh buku catatan PR-ku. Baru seminggunya lagi buku itu ketemu.

Saya: Nah, ada dua kata kunci yang sudah disebut, kurang disiplin dan teledor. Kira-kira… kenapa kok bisa kurang disiplin sama teledor?

Damai: Kenapa ya Mam?

Saya: Iya, kenapa lho? Coba dipikirkan…

Damai: Mungkin… ada hubungannya dengan aku yang nggak segera mbereskan buku-buku kalau habis kupakai buat belajar di kamar Mamski. Akhirnya jadi keselip-selip.

Saya: Hmm…, itu terkait dengan yang lupa naruh buku tadi ya? Makanya, kalau Mama selalu cerewet ngingatkan untuk segera ngembalikan lagi perlengkapan belajar ke tempatnya sehabis dipakai itu memang betul kan ya? Termasuk barang-barang yang lain, tidak hanya buku.

Damai: Hehehehe… iya

Saya: (ikutan meringis) Ok… Terus kalau yang kurang disiplin tadi maksudnya seperti apa?

Damai: Maksudnya, kadang aku sendiri memang nggak selalu ngecek buku pengumuman atau catatan tugas. Agak beda dengan yang tadi karena ini awalnya aku nggak lupa. Jadi lupa karena aku menunda mengecek. Trus ada pelajaran yang aku lebih rajin belajarnya, ada yang kurang.

Saya: Mama pernah gitu juga sih dulu. Dan biasanya yang lebih rajin dipelajari itu yang Mama suka. Tapi sik… bentar Mai, jadi menunda melakukan sesuatu yang semestinya segera dilakukan itu juga bisa berakibat nggak baik ya?

Damai: Iya… (meringis lagi)

Saya: Ngomong-ngomong diantara semua mata pelajaran, menurutmu apa yang belajarnya sudah maksimal dan hasilnya memang sesuai?

Damai: Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, sama Matematika.

Saya: Yang lainnya?

Damai: Yang lainnya aku harus lebih rajin baca lagi, trus berusaha biar lebih disiplin tadi. Buku-buku yang habis dipakai belajar juga harus langsung kukembalikan lagi ke tempatnya biar nggak susah nyari kalau diperlukan.

Saya: Yak, sepakat. Kalau di luar mata pelajaran, tentang perilaku di sekolah, apa di kamu yang sudah baik?

Damai: Aku percaya diri. Sekarang sudah jauh lebih percaya diri daripada dulu, Mam. Apalagi kalau bicara di depan orang. Makanya aku sudah dua kali ditunjuk jadi MC kegiatan Action Day.

Saya: Sip banget. Alhamdulillah…

Damai: Aku juga sopan.

Saya: Keren! Terus?

Damai: Trus aku jujur juga.

Saya: Yes!

Damai: Kalau kata guru-guru aku itu tegas. Nah, sebenarnya, orang-orang banyak bilang aku itu disiplin. Ini di rapor juga ditulis. Tapi kalau menurut penilaianku sendiri, aku merasa disiplinku masih kurang. Ya kan aku lebih tahu gimana aku kalau di rumah. Jadi biarpun sudah dibilang disiplinnya baik, tetap saja perlu kuperbaiki.

Buat kami, refleksi terhadap proses belajar semacam ini adalah hal yang jauh lebih penting daripada sekedar bicara hasil. Ada upaya untuk membangun kesadaran, mengembangkan kemampuan untuk mengevaluasi dan mengelola diri sendiri, sekaligus menumbuhkan berbagai nilai positif.

Buat Memski yang sudah banyak sekali belajar tentang hal-hal baik, I love you… 🙂
Syukur Mamski pada Allah tiada henti.

Iklan

4 thoughts on “Sekedar Percakapan Ringan (10): Refleksi Tentang Proses Belajar

  1. Ping balik: Nilai Rapor Anak Jelek? Ini yang Harus Dilakukan - Portal Bakat Anak TemanTakita.com

  2. Ping balik: Catatan Kecil di Malam Tahun Baru | Wiwin Hendriani

Beri Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s