Cerita dari Ruang Kuliah: Rupa-rupa Proses Belajar Riset Kualitatif

Ini sedikit cerita dari satu mata kuliah yang saya suka sekali mengampunya: Metode dan Analisis Data Kualitatif (MADK) untuk mahasiswa S1. Saya pribadi semakin menikmati proses pembelajarannya karena di kurikulum baru yang sekarang digunakan di fakultas kami, mata kuliah MADK berubah menjadi 4 SKS dari yang semula 3. Tambahan 1 SKS tentu memberi ruang lebih luas yang memungkinkan mahasiswa belajar lebih banyak. Hal ini sedikit mengurangi ketimpangan dengan besarnya total SKS yang dialokasikan untuk belajar metode penelitian kuantitatif, sehingga di waktu yang lalu cukup berdampak pada kecenderungan timpangnya pengetahuan mahasiswa terhadap kedua metode penelitian yang semestinya dapat dipahami dengan sama baik.

Semester pertama pelaksanaan kuliah MADK dalam format 4 SKS ini diikuti oleh sejumlah banyak mahasiswa yang terbagi dalam 4 kelas paralel. Tim pengajar ada 4 orang: Saya, Pak Ilham, Pak Rudi dan Bu Rini. Masing-masing dari kami memegang penuh 1 kelas agar dapat fokus memantau progres belajar mahasiswa secara kontinu. Dengan beban 4 SKS, kami merancang kegiatan pembelajaran yang tidak hanya memfasilitasi mahasiswa untuk memperoleh pengetahuan terkait cakupan materi, namun juga bagaimana mengalami, melakukan penelitian secara berkelompok, meski dalam topik yang sederhana. Mereka juga diminta mempublikasikan hasil penelitiannya dalam seminar kecil, dan diakhiri dengan menyusun laporan penelitian secara lengkap.

Diharapkan melalui proses yang demikian, mereka sedikit banyak mendapatkan bekal sekaligus gambaran konkrit yang akan bermanfaat ketika tiba saatnya nanti mengerjakan skripsi, atau memenuhi penugasan lain yang membutuhkan ketrampilan meneliti secara kualitatif. Bagaimanapun, mempelajari sebuah metode dan suatu ketrampilan akan lebih optimal jika dapat dilakukan dengan praktek langsung, bukan sekedar tahu secara konseptual. Titik berat pembelajaran metode riset adalah pada aplikasinya, pada bagaimana penggunaan metode tersebut dalam aktivitas penelitian yang riil. Praktek akan memberikan penguatan terhadap pemahaman sekaligus koreksi apabila ada materi yang dipersepsikan secara berbeda jika hanya dipelajari melalui tatap muka ceramah.

Berdasarkan pengamatan selama satu semester pelaksanaan perkuliahan, ada sejumlah capaian proses belajar yang menurut saya menarik untuk dituliskan. Meski mungkin tidak secara lengkap menguraikan apa yang terjadi pada keempat kelas, namun setidaknya data yang terpantau dari kelas saya cukup untuk merepresentasikan kondisi yang terjadi secara umum.

Processed with MOLDIV

Pertama, terkait target pembelajaran. Jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, dimana mahasiswa masih tampak kebingungan tentang bagaimana menerapkan metode penelitian ini sekalipun telah melewati mata kuliahnya, di semester yang sekarang dengan desain pembelajaran yang berbeda, kondisi mulai berubah. Kebetulan selama beberapa waktu terakhir saya memang konsisten memandu perkuliahan Kualitatif sehingga memiliki cukup data untuk melakukan perbandingan. Perubahan kondisi tersebut sangat terlihat, walaupun penguasaan antar mahasiswa sendiri terhadap keseluruhan materi juga tetap beragam. Ada yang sudah baik, ada yang masih kurang.

Saya mendasarkan simpulan dari pengamatan terhadap bagaimana setiap kelompok berproses, jatuh-bangun, terjebak dalam kebingungan lalu perlahan menemukan titik terang dalam mengerjakan tugas penelitian masing-masing. Kebingungan pun terjadi berlapis-lapis, mulai dari kebingungan menentukan topik dan fokus penelitian, lalu kebingungan tentang teori dan konsep yang digunakan, kebingungan metodologis, dan seterusnya. Mereka belajar dari kebingungan demi kebingungan yang pada saat dikerjakan mungkin terasa seolah tidak berujung, terus saja sambung-menyambung.

“Nikmati prosesnya, jangan terburu menarik kesimpulan. Pahami betul apa yang sebenarnya kalian teliti, cermati segala hal, baca dan renungkan setiap data dengan jeli. Rasakan betul menantangnya menjadi peneliti kualitatif…”, demikian berulang kali saya memotivasi mereka. Sesekali di pertemuan tertentu saya menanyakan, “Jadi sejauh ini, bagaimana rasanya melakukan penelitian kualitatif kalau menurut kalian?”. Dan pertanyaan itu selalu saja dijawab dengan: “Susah Buuuuuu…!” 😀

FullSizeRender (80)

Dari apa yang teramati, ada beberapa kelompok yang cukup unik dalam mengusung topik namun kurang optimal dalam eksekusi lapangannya, sehingga data yang diperoleh hanya bersifat permukaan. Bahkan ada yang terpeleset keluar fokus riset, masih belum ‘nyambung’ antara pertanyaan penelitian dengan jawaban yang dihasilkan.

Ada yang judul penelitiannya mungkin terbilang familiar, sudah pernah diteliti sebelumnya, tetapi ternyata kelompok peneliti ini mampu mengupayakan pengambilan data secara detil mendalam. Mereka juga mempresentasikannya dengan sangat baik.

Ada yang bagus dan kuat dalam pemaparan latar belakang penelitian, tetapi ternyata cenderung lemah saat tiba mengambil data hingga menganalisis. Jadi memang bervariasi. Secara individual pun, dapat dilihat bahwa ada mahasiswa yang belajar dengan cukup optimal, tetapi ada juga yang masih perlu banyak membaca dan berlatih untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik.

Terkait konsistensi perilaku belajar juga demikian. Beberapa kelompok sangat rajin mengkonsultasikan progres risetnya selama masa perkuliahan ini. Mereka memanfaatkan betul kesempatan yang diberikan untuk berdiskusi, selain juga mengakses berbagai referensi yang disarankan dan menindaklanjuti setiap umpan balik yang diberikan. Namun kurva normal tetap berlaku. Tetap saja di sisi lain ada yang bersikap ala kadarnya dalam mengikuti perkuliahan, meskipun berada di tengah teman sekelas yang berusaha untuk belajar dengan sebaik mungkin.

Tapi tidak apa. Meski sedikit, saya yakin mereka yang ala kadarnya ini tetap belajar, tetap ikut merasakan sebuah proses penelitian meski hanya ‘icip-icip’. Ada masanya nanti mereka akan menyusul, belajar sesuatu yang sempat tertinggal dari teman-temannya, lewat jalan yang mungkin berbeda.

FullSizeRender (78)

Lepas dari segala ulasan di atas, saya mengapresiasi betul beberapa hal positif selama mengawal aktivitas belajar mahasiswa ini. Di luar perkiraan, saya menemukan beberapa bibit potensial yang sangat baik apabila dapat terus dikembangkan. Beberapa mahasiswa mampu menunjukkan penguasaan ketrampilan yang cukup menonjol sebagai peneliti pemula. Mereka peka terhadap fenomena sosial dan berbagai datanya, jeli mencermati ketepatan alur berpikir dalam merumuskan fokus penelitian, serta mampu bersikap kritis secara metodologis. Ini jelas membuat saya tersenyum lega.

Temuan membahagiakan juga saya dapatkan dengan adanya kelompok yang berinisiatif untuk memperkuat kajian teoritik terkait kasus yang diteliti, hingga kemudian membuat pemetaan teori/konsep terkait fokus penelitian yang tidak terpikirkan oleh kelompok lain. Ada pula kelompok yang gigih dalam melakukan pelacakan data, mengikuti partisipan penelitiannya untuk dapat memperoleh pemahaman yang utuh terhadap situasi yang mereka hadapi. Serius, saya hepi melihatnya.

FullSizeRender (82)Hingga tulisan ini dibuat, saya masih menunggu hasil laporan akhir riset mereka yang baru akan dikumpulkan 2 minggu mendatang sesuai jadwal UAS. Semoga semua dapat menyelesaikannya dengan semaksimal mungkin.

Sila baca juga tulisan lain yang terkait: Penggalian Data Kualitatif, Ngobrol Skripsi Kualitatif, Seputar Penyusunan Tugas Akhir.

Iklan

8 thoughts on “Cerita dari Ruang Kuliah: Rupa-rupa Proses Belajar Riset Kualitatif

  1. Setuju dengan apa yang disampaikan Bu Wiwin disamping jatuh bangun unyuk berjuang dalam mata kuliah ini, saya juga merasakan banyak manfaat dan wawasan baru pastinya

  2. Ping balik: Catatan Kecil di Malam Tahun Baru | Wiwin Hendriani

  3. Ping balik: Cerita dari Ruang Kuliah: Belajar Kualitatif | Wiwin Hendriani

Beri Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s