Sekedar Percakapan yang Sangat-Sangat Ringan (4)

Kejadiannya di Sabtu yang lalu, siang hari saat saya dan Damai tengah mendengarkan lagu-lagu Maudy Ayunda sambil umek ini-itu di kamar…

Damai : Mamski suka lagu-lagunya Maudy Ayunda ya?
Saya : Iya. Bagus-bagus Mai, enak didengar…
Damai : Iya memang.
Saya : Orangnya pinter lagi. Suaranya bagus, bisa bikin lagu sendiri.
Damai : Bisa main gitar, bisa main piano juga lho…
Saya : Iya. Udah gitu semuanya bisa jadi pekerjaan. Dapat uang sendiri. Asik kan ya?
Damai : Oh…. iya ya Mam?
Saya : Iyalah… Kan dia nyanyi, main musik atau bikin lagu gitu dibayar. Orang kalau punya beberapa kemampuan gitu enak Mai. Ada banyak jalan buat dapat kerjaan. Coba kamu pikir, orang nanti kalau sudah selesai sekolah trus mau ngapain?
Damai : Kuliah…
Saya : Habis kuliah?
Damai : Ya kerjalah…
Saya : Di mana?
Damai : Ya di kantor, di sekolah, tergantung pekerjaannya.
Saya : Langsung bisa masuk dan dapat kerjaan?
Damai : Kayaknya enggak Mam. Ada seleksinya, tes-tesnya gitu…
Saya : Betul. Jadi yang nggak lolos seleksi ya nggak langsung dapat kerjaan. Banyak yang nganggur deh…
Damai : Iya ya…
Saya : Nah, kalau orangnya punya banyak kemampuan, dia bisa bikin kerjaan sendiri. Nggak tergantung sama hasil seleksi. Misalnya bisa jadi guru piano kayak Miss Mita, jadi penulis buku, penulis cerita di majalah-majalah anak,… macem-macem.Β Makanya mama sama bapak ngeleskan kamu piano, ngajarin kamu nulis lewat blog itu bukan untuk jadi juara ini-itu. Ya itu bonus ajalah, kalau kebetulan sesekali ada kesempatan ikut lomba, sekedar buat nambah pengalaman. Tapi yang terpenting biar kamu nantinya punya beberapa kemampuan lain, yang kalau sudah besar, sudah mahir, bisa dimanfaatkan juga buat jadi pekerjaan. Setuju tak?
Damai : OK, Mamski… πŸ™‚

Iklan

6 thoughts on “Sekedar Percakapan yang Sangat-Sangat Ringan (4)

  1. kalo untuk les mengembangkan potensi, saya masih oke. tapi kalo les pelajaran tambahan, saya masih jawab tidak untuk anak balita πŸ™‚

  2. Setuju sekali. Pemikirannya sama dengan keluarga kami. Alhamdulillah, anak-anak bisa meresponnya dengan baik. Kepekaan akan adanya situasi yang kompetitif dalam kehidupan mereka nanti… memang harus diberikan pemahaman sejak dini.

Beri Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s