Abstrak Disertasi

Beberapa teman menanyakan tentang disertasi yang telah saya selesaikan beberapa waktu lalu. Terkait dengan hal tersebut, berikut adalah gambaran singkatnya:

PROSES RESILIENSI INDIVIDU TERHADAP PERUBAHAN KONDISI FISIK MENJADI PENYANDANG DISABILITAS (GROUNDED THEORY PADA PENYANDANG TUNADAKSA)

Abstrak

Penelitian yang dilatarbelakangi oleh semakin tingginya angka kejadian disabilitas di Indonesia serta adanya kebutuhan teoritik yang dapat menjelaskan tentang bagaimana individu mampu bangkit dari trauma dan mencapai resiliensi sebagai penyandang disabilitas ini bertujuan untuk membangun teori substantif tentang proses resiliensi individu terhadap perubahan kondisi fisik menjadi penyandang disabilitas. Pendekatan kualitatif dengan strategi grounded theory dari Strauss dan Corbin (1998) digunakan untuk mencapai tujuan tersebut.

Terdapat delapan orang partisipan yang memenuhi kriteria dan bersedia untuk terlibat dalam penelitian ini. Peneliti menggunakan wawancara mendalam, pengamatan dan penggunaan dokumen dalam proses penggalian data, serta menganalisisnya dengan teknik analisis komparatif konstan yang menggunakan tiga tahap koding, yaitu open, axial, dan selective (Strauss dan Corbin, 1998).

Teori substantif yang telah dirumuskan melalui penelitian ini menjelaskan bahwa proses resiliensi terhadap perubahan kondisi fisik menjadi penyandang disabilitas berlangsung dalam empat fase yaitu: Fase stres, fase rekonstruksi diri, fase penguatan, dan fase resilien. Sebagai fase kunci dalam proses resiliensi, fase rekonstruksi diri ditandai oleh adanya koping aktif dan adaptasi positif yang dilakukan oleh individu. Koping dan adaptasi ditentukan oleh sejumlah faktor protektif, baik internal maupun eksternal yang berperan memperkuat kondisi psikologis individu dalam menghadapi stresor maupun mengurangi efek negatif dari faktor risiko. Individu dikatakan telah mencapai resiliensi ketika mampu sepenuhnya menerima diri sebagai seorang penyandang disabilitas, mengelola emosi dengan semakin baik, memiliki empati, memunculkan respon positif terhadap situasi negatif berikutnya, serta memiliki semangat dan usaha keras untuk tetap produktif berkarya.

Hasil penelitian ini dilengkapi pula dengan rumusan awal implementasi temuan untuk membantu pencapaian resiliensi pada individu lain yang juga mengalami perubahan kondisi menjadi penyandang disabilitas. Implementasi hasil penelitian diarahkan pada dua tujuan, yaitu: (1) Memperkuat faktor protektif, dan (2) Mengembangkan strategi koping aktif dan adaptasi positif yang dapat dilakukan untuk mengatasi tekanan dalam mencapai resiliensi.

Kata kunci: Proses resiliensi, penyandang disabilitas, grounded theory

Iklan

Beri Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s