Sekedar Percakapan yang Sangat-Sangat Ringan (3)

“Cantik”

Damai: Mama cantik kalau senyum gitu!

Saya: Hmm… mulaiiiii…

Damai: Tapi kalau nggak lagi cemberut lho yaaa… Kalau pas marah-marah gitu mama nggak cantik!

Saya: Sama tu kayak kamu. Kalau lagi senyum, nggak ngomel-ngomel ya keliatan cantik Mai. Tapi kalau sudah mulai “wek-wek-wek” gitu…, huuuu…

Damai: Hehehehe… 😀

***

Sidoarjo-20121219-00882

“Menjelang Musim Ujian”

Saya: UAS-nya mulai kapan Mai?

Damai: Minggu depan Mam, tanggal 13…

Saya: Perlu belajar lebih rajin nggak untuk persiapan ujian?

Damai: Ya perlu sih Mam…

Saya: Untuk apa?

Damai: Ya biar bisa ngerjakan soalnya…

Saya: Iya, biar tambah ngerti, ingat semua yang sudah dipelajari, nggak lupa-lupa, biar nantinya juga tahu gimana caranya menggunakan ilmu yang sudah kamu pelajari itu….. (sengaja saya tidak menekankan target nilai, karena saya tidak ingin orientasi belajar Damai semata-mata hanya untuk mencapai nilai tertentu, bukan pada esensi “belajar”nya itu sendiri)

Damai: Ok, Mam!

Saya: Trus, mau mulai kapan lebih rajin belajarnya?

Damai: Iya wis, mulai sekarang aja… (sambil mematikan TV yang sudah berjam-jam ditontonnya) 🙂

***

“Les Matematika”

Damai: Mam semester 2 nanti aku sepertinya harus les matematika…

Saya: Kenapa?

Damai: Soalnya aku lihat materinya di buku itu sepertinya susah-susah. Tambah susah gitu lho Mam…

Saya: Sudah diajarkan belum sama bu guru?

Damai: Belum

Saya: Nah… kok sudah bilang kalau itu susah?

Damai: Ya kan kayaknya…

Saya: Masih kayaknya kan? Belum tentu beneran susah. Bisa jadi kalau sudah dijelaskan sama bu guru, trus kamu nyoba ternyata bisa…

Damai: Iya sih…

Saya: Makanya, jangan buru-buru nyimpulkan kalau belum benar-benar mempelajari. Jangan bilang susah dulu kalau belum mencobanya. Kita lihat nantilah… Kalau kamu sudah bisa ngikuti pelajaran tanpa harus les, ya kenapa harus les? Kan justru lebih hebat kalau bisa ngerti pelajaran dengan cara rajin belajar sendiri. Belajar mandiri gitu…

Damai: Ok deh, Mamski… 🙂

Iklan

6 thoughts on “Sekedar Percakapan yang Sangat-Sangat Ringan (3)

    • Soalnya saya masih (dan akan selalu) meyakini bahwa membangun komunikasi yang baik dengan anak akan berkontribusi besar terhadap proses perkembangan mereka nantinya… 🙂

    • Sebenarnya…. menurut saya ni, semua anak bisa kalau diajak dan dibiasakan untuk belajar mandiri. Cuma memang sekarang banyak orangtua yang lebih memilih untuk membayar guru les, entah karena kekhawatiran yang berlebihan terhadap kemampuan anak, karena trend mengeleskan anak ini-itu, atau karena alasan terbatas waktu tidak bisa menemani anak belajar… 😀

Beri Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s