Sekedar Percakapan yang Sangat-Sangat Ringan (2)

* Pelajaran Waktu Kecil *

Damai: Mam, pelangi itu asalnya dari apa ya?

Saya: Dari…………. Emm…………. (mikir, yang bener itu kata-katanya dari ‘uap air’ atau ‘butir-butir air’ yang terkena matahari?)

Damai: Dari apa Mam?

Saya: Dari itu………..

Damai: Mam, Mama ini sudah besar. Yang kutanya kan pelajaran jaman dulu…. Jadi jangan dilupain pelajaran-pelajaran pas Mama kecil itu…..

Saya (gengsi, nggak mau kalah): Yeeee…… kamu juga, sama pelajaran sendiri lupa. Padahal kan masih anak-anak. Harusnya masih ingat…..

Damai: Lho, aku ini memang belum diajari Mam! Makanya tugasku nanya ke orang yang lebih besar…. Nah, Mama yang kutanyai jangan lupa sama yang diajari gurunya dulu…..

Iiiiiiihhh…… 😀

** Aksi Penyelamatan si Bantal **

Di tengah pulasnya tidur siang si Bapak….

Damai: Pak….pak…. Permisi…. Bangun bentar dong….

Bapak (gelagapan sambil kriyep-kriyep): Eh, eh…. kenapa?

Damai: Bantalku Pak…. Bapak kepalanya sudah di bantalku. Bapak ngiler nggak itu?

Bapak: Enggak….

Damai: Oh, baiklah, terima kasih sudah tidak mengileri bantalku…. 😀

*** Tentang Rumah Kecil Kami ***

Damai: Aku suka rumah kita ini, Mam…

Saya: Kenapa kamu suka?

Damai: Kenapa ya? Rumah ini kecil… tapi bersih dan rapi. Enak ditinggali.

Saya: Naaa… kalau bersih dan rapi enak ditinggali kan? Makanya, kamu yang rajin bantu Mama beresin rumah. Paling enggak beresin barang-barangmu sendiri…

Damai: Iya-iya Mam… Eh, aku juga suka taman kecil kita di depan rumah itu. Biarpun kecil, tapi banyak bunga melatinya. Baunya harum. Aku juga bisa mbawakan buat Pak Rofik kalau pas njemput ke sini…  (Pak Rofik itu nama supir antar-jemput sekolah Damai)

Saya: Kenapa kamu suka mbawakan Pak Rofik melati?

Damai: Soalnya Pak Rofik orangnya baik… 😀

**** Pijat ****

Damai: Mam, nanti sebelum tidur aku mijitin Mama ya… Mama pasti capek kerjaannya banyak.

Saya: Enggak wis Mai, nggak pa pa kok…

Damai (mulai maksa): Ayo dong Mam… Kan aku pengen mijitin Mama…

Saya (curiga): Baru ini ada orang yang maksa mau mijitin. Biasanya yang maksa yang pengen dipijitin. Kenapa kamu pengen mijitin Mama?

Damai: Ya kan kasihan Mama capek kerja…

Saya: Yang beneeerrrr…

Damai: Iya mam, hehe…

Saya: Hmm… tapi habis mijitin Mama, kamu langsung tidur ya… Nggak gantian minta dipijitin….

Damai: Ups… 😀

Iklan

Beri Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s