Ia yang Terbaik Itu Adalah…

Ada sesuatu yang menarik ketika minggu lalu saya menguji  lisan mahasiswa Magister Sains di sebuah mata kuliah yang mereka ambil. Ujian itu adalah ujian akhir semester. Mahasiswa diminta untuk membuat sebuah rancangan program untuk membantu mengatasi berbagai permasalahan dalam pelaksanaan pendidikan inklusi.

Dari 9 mahasiswa peserta mata kuliah, setidaknya terdapat 3 orang yang mendapatkan nilai tinggi karena kualitas rancangan program dan penguasaannya terhadap materi perkuliahan, yang memang lebih baik daripada 6 mahasiswa yang lain. Namun diantara ketiganya, satu yang paling berkesan adalah mahasiswa yang memperoleh nilai paling tinggi. Bukan saja karena faktor nilai yang dicapai, tapi lebih dari itu, kondisi si mahasiswalah yang justru membawa kesan lebih dalam bagi saya dan dua dosen penguji yang lain.

Ia adalah seorang dengan visual impairment. Seorang yang mengalami gangguan penglihatan, yang meskipun tidak buta secara total namun cukup mengalami kesulitan dalam melakukan sejumlah aktivitas sehari-hari karena keterbatasan penglihatannya. Bahkan, sebelum menjadi mahasiswa Magister Sains Psikologi ini, lebih dari sekali ia harus berpindah jurusan karena dipandang dan diasumsikan tidak mampu untuk mengikuti dengan baik, serta menyelesaikan proses pembelajaran di program studi yang ditempuh saat itu.

Bagi saya, ia adalah mahasiswa yang luar biasa. Dengan keterbatasannya ia mampu memberikan analisis yang lebih dalam terhadap suatu permasalahan, mengerjakan setiap tugas dengan jauh lebih lengkap, lebih detil daripada teman-temannya. Dengan penglihatannya yang terganggu, ia memiliki kemauan dan usaha yang keras untuk bisa mengakses berbagai informasi serta membaca banyak literatur ilmiah. Disabilitas yang dialami ternyata tidak membatasinya untuk tetap memiliki wawasan yang luas serta pemahaman yang baik terhadap materi perkuliahan yang diikuti.

Ia adalah salah satu dari sejumlah penyandang disabilitas yang saya kenal, yang mampu menjawab pandangan negatif orang lain terhadapnya dengan bukti nyata prestasi yang jauh lebih baik daripada mereka yang dikategorisasikan “normal”.

Iklan

Beri Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s