Psikologi Perkembangan dan Etika dalam Penelitiannya

Kajian dalam psikologi perkembangan rentang hidup mencakup serangkaian konsep tentang perilaku yang berubah dan menetap, yang berlangsung sepanjang perjalanan hidup individu, sejak masa konsepsi hingga berakhir saat kematian. Studi  perkembangan rentang hidup bertujuan untuk mendapatkan pengetahuan tentang prinsip-prinsip umum perkembangan rentang hidup, tentang perbedaan-perbedaan dan persamaan inter-individual di dalamnya, serta derajat dan kondisi plastisitas individual atau modifiabilitas perkembangan.

Hal yang perlu dipahami lebih lanjut adalah bahwa perkembangan rentang hidup sendiri bukanlah sebuah teori tunggal, akan tetapi merupakan suatu spesialisasi bidang, suatu rumpun kajian yang dibangun oleh teori-teori yang lebih spesifik.

Sebagai sebuah perspektif, perkembangan rentang hidup mengajukan empat pemikiran dasar, yaitu:

1. Development is Lifelong

Perkembangan merupakan proses panjang yang berlangsung sepanjang hayat. Berbagai perubahan individu yang terjadi di dalamnya adalah hasil dari proses yang terjadi selama kurun waktu yang lama, dengan melibatkan peran faktor herediter berbagai macam stimulasi yang diperoleh dari lingkungan.

2. Development is Multidimentional and Multidirectional

Perkembangan bersifat multidimensional, yaitu melibatkan seluruh aspek kehidupan individu, baik fisik, kognitif, emosi, maupun sosial. Perkembangan juga bersifat multidireksional, yang tidak hanya menghasilkan pertambahan / peningkatan kemampuan, namun juga penurunan pada aspek-aspek tertentu.

3. Development is Plastic

Perkembangan bersifat plastis atau fleksibel, menyesuaikan dengan kondisi lingkungan tempat individu tumbuh dan berkembang. Semisal, sekalipun seorang anak kurang memiliki potensi yang kuat pada suatu kemampuan, namun ada kalanya stimulasi yang kontinu mampu mengoptimalkannya hingga dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.

4. Development is Influenced by Multiple, Interacting Forces

Perkembangan dipengaruhi oleh beragam faktor dan kekuatan, yang saling berinteraksi satu sama lain, seperti: tingkatan usia, sejarah hidup, pengaruh non-normatif dari kejadian-kejadian spesifik dalam hidup individu, dan sebagainya.

Dalam proses penelitian tentang perkembangan manusia, terdapat etika yang penting untuk diperhatikan, mengingat subjek dalam penelitian perkembangan adalah individu dengan beragam latar belakang kondisi, yang mencakup pula mereka yang berada usia-usia yang mungkin membutuhkan pendampingan khusus dalam proses penelitian, seperti: bayi, anak, dan lanjut usia.

Beberapa hal yang harus diperhatikan untuk menjaga etika dalam penelitian perkembangan adalah:

1. Protection from Harm

Bahwa segala hal yang ada dalam pelaksanaan penelitian tidak boleh melanggar hak-hak individu yang terlibat menjadi subjek penelitian, terlebih sampai memunculkan pemaksaan atau tindak kekerasan baik terhadap kondisi fisik maupun psikologis.

2. Informed Consent

Setiap individu yang terlibat dalam penelitian harus menyatakan kesediaannya secara tertulis untuk memastikan tidak adanya unsur pemaksaan dari pihak peneliti terhadap keikutsertaan mereka. Bagi subjek yang berusia dini dan lanjut usia, setidaknya informed consent dapat diisi oleh pihak-pihak yang bertanggung jawab terhadap kehidupan individu-individu tersebut, misalnya: orangtua untuk subjek anak.

3. Privacy

Peneliti harus dapat menjaga dan menjamin kerahasiaan informasi yang diperolehnya dari subjek penelitian, termasuk di dalamnya menjaga kerahasiaan identitas subjek penelitian.

4. Knowledge of Result

Subjek memiliki hak untuk mendapatkan pengetahuan dari hasil penelitian yang melibatkan mereka. Oleh karena itu, peneliti harus bersedia menginformasikan hasil penelitiannya dan memberikan umpan balik terhadap subjek berdasarkan hasil penelitian tersebut manakala subjek menghendaki.

5. Beneficial Treatments

Jika dalam penelitian yang dilakukan peneliti memberikan perlakukan / treatment tertentu terhadap kondisi subjek, maka harus dapat dipastikan bahwa perlakuan / treatmen tersebut dapat memberikan manfaat bagi subjek untuk memperbaiki kondisi atau mendapatkan solusi terhadap persoalan yang telah dihadapi.

Referensi:

Berk, L.E. (2007). Development Through The Lifespan, Fourth Edition. Boston: Allyn & Bacon.

Baltes, P.B. (1987). Theoretical Proposition of Life-Span Developmental Psychology: On The Dynamics Between Growth and Decline. Developmental Psychology, 1987, Vo. 23, No. 5, p.611-626.

Iklan

Beri Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s