Tentang Anak yang Sulit “Disuruh” Belajar

Ketika ada seorang teman yang bertanya tentang bagaimana mengatasi anak yang sulit untuk disuruh belajar, jawaban saya singkat, “Jangan disuruh, tapi diajak dan diberi contoh” 😀

Untuk membiasakan anak belajar, seringkali orangtua hanya memposisikan diri sebagai pengawas, yang menyuruh, mengingatkan, tapi sedikit waktu untuk memberikan contoh nyata tentang bagaimana aktivitas belajar itu seharusnya dilakukan. Hasilnya? Anak menjadi kurang termotivasi. Bahkan boleh jadi mereka akan berpikir sebaliknya, bahwa belajar itu sesuatu yang tidak menyenangkan, sesuatu yang tidak asyik, dan membosankan. Buktinya, orang-orang di sekitarnya (baca: orangtua) tidak ada yang mau melakukan. Lalu untuk apa mereka harus repot belajar? Mendingan main, hehehe… 😉

Untuk mengubah perilaku yang kurang tepat dan membangun kebiasaan yang positif, prosesnya tidak akan efektif jika hanya dilakukan dengan memberikan perintah. Terlebih dalam hal ini yang akan dibentuk adalah perilaku anak. Mereka perlu contoh, sekaligus penguatan bahwa sesuatu yang diminta tersebut merupakan hal yang penting dan juga dilakukan oleh orang-orang yang lain.

Jika anak terbiasa melihat bapak-ibunya membaca buku atau mengerjakan segala sesuatu yang identik dengan kegiatan belajar, ia akan lebih mudah untuk menirukannya, tanpa perlu diperintah berulang kali. Saya sendiri sering mengajak Damai, anak saya, belajar bersama. Semisal ketika sedang membaca buku atau mengoreksi tugas-tugas mahasiswa, saya katakan bahwa saya juga sedang belajar. Dan kami pun ‘belajar’ bersebelahan. Di satu sisi saya menjadi lebih mudah untuk mengawasi dan membantu menjelaskan ketika ada hal-hal yang tidak ia pahami. Di sisi lain ia juga lebih bersemangat karena melihat saya juga melakukan aktivitas yang sama dengannya.

Pernah seorang teman yang lain berkelit untuk melakukan saran yang saya berikan. Katanya, “Iya, kamu kan memang kerjanya jadi dosen. Jadi tiap hari bisa baca buku atau ngoreksi tugas”. Hehehe… memangnya yang boleh baca buku dan belajar cuma dosen atau guru doang? Saya memahami jika tidak semua orangtua gemar membaca buku setiap hari. Tapi sebenarnya hal ini juga bukan alasan untuk tidak bisa ‘belajar’ bersama anak. Ada banyak cara lain yang dapat dilakukan, seperti menyelesaikan pembukuan arisan PKK, atau sekedar merekap penjualan hasil bisnis setiap hari, dan menceritakannya sebagai bentuk aktivitas belajar juga.

Mendengar komentar saya, alasan yang muncul berikutnya adalah soal kesibukan yang membuatnya tidak memiliki cukup waktu untuk selalu menemani anak di saat belajar itu. Jawaban saya, “Memanfaatkan waktu yang sedikit dengan seoptimal mungkin adalah jauh lebih baik daripada tidak sama sekali. Dan kembali lagi, persoalan tentang bagaimana kita mendidik dan mengasuh anak adalah sebuah pilihan, sehingga hasil yang tampak pada anak-anak kita akan mengikuti pilihan-pilihan yang kita ambil”.  😀

Iklan

3 thoughts on “Tentang Anak yang Sulit “Disuruh” Belajar

  1. Sepertinya menyenangkan ketika bisa belajar bersama anak-anak.
    Sayangnya sebagain besar orang tua tidak hidup dalam keluarga yang dekat dengan buku atau pendidikan
    Mereka lebih memilih memasukan anaknya di bimbingan belajar.

  2. mencari kualitas momen bersama anak anak butuh insight dan hal ini ga bisa ada kalau tidak mau memahami bagaimana anak – anak….
    orang tua yang tidak bisa membaca buku saja masih mau menceritakan tentang pengalaman hidupnya dan menjdi materi belajar tersendiri untuk anaknya (ada loo)

    ada orang tua yang malah suka dengan film – film animasi Barat dan mendampingi anaknya menonton seraya menjawab pertanyaan – pertanyaan yang muncul.. orang tua tidak bosan, anak suka..

  3. Pekerjaan asyik bersama anak bagi orang Tua (Ibu atau Ayahnya) selain belajar bersama adalah Mandi bersama, makan bersama dan bermain bersama, ini yang paling manjur dan mujarab untuk mencerdaskan dan menumbuhkembangkan kemampuan anak.

Beri Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s