Sebuah Percakapan Sebulan yang Lalu

Aku: “Mai, mulai minggu depan sudah nggak ada mbak Su lagi di rumah. Dah nggak ada lagi yang bantu-bantu kita, jadi kita harus bekerjasama, ok?! Damai kan sudah TK B, sudah bisa bantuin Mama ini-itu…”

Damai: “Aku boleh bantuin Mama apa aja?”

Aku: “Ya… apa aja yang Damai bisa kerjakan. Nyapu rumah, beres-beres kamar, nyiram tanaman,… apa lagi ya…”

Damai: “Kalau cuci piring masih belum boleh ya?”

Aku: “Itu nanti, kalau Damai sudah lebih tinggi, kalau tangannya sudah nyampe di tempat cuci piring”.

Damai: “Kalau gitu, apa lagi dong selain nyapu-nyapu dan nyiram tanaman?”

Aku: “Hmm… Damai mau bantuin bilas-bilas kalau Mama lagi nyuci baju? Bilas-bilas bajunya Damai yang kecil-kecil aja..”.

Damai: “Apa?? Bantuin nyuci baju??? Ah…, Mama ini…, bikin aku seneng aja!”   😀

Iklan

5 thoughts on “Sebuah Percakapan Sebulan yang Lalu

  1. Damai..bilas bajunya jangan punya Damai sendiri, sekalian punya mama dan papa ya.dijamin Damai bakal semakiin senang, semakin disayang mama papa juga.hehe

Beri Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s